Siapa Nick Maynard? Dokter Bedah Inggris yang Tuding Israel Tembaki Warga Gaza seperti Permainan Video
Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:35 WIB
Baca Juga: Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Namun sejak perang antara Israel dan Gaza dimulai pada Oktober 2023, misi Maynard telah bergeser. Dalam perjalanannya kali ini, ia melakukan operasi darurat di tengah tembakan, merawat anak-anak yang kekurangan gizi, dan membantu merawat pasien trauma dengan cedera parah.
Berbicara kepada NPR dari Rumah Sakit Nasser, fasilitas medis utama di Khan Younis, Maynard menggambarkan sistem kesehatan yang kolaps. Suara tembakan bergema di luar saat ia menguraikan apa yang ia sebut sebagai upaya sistematis Israel untuk menghancurkan infrastruktur sipil Gaza: rumah sakit kehilangan pasokan, bayi-bayi meninggal karena kelaparan, dan anak-anak ditembak saat mencoba meraih makanan.
Suara tembakan itu, katanya, bukanlah suara acak.
"Serangan ini sangat umum terjadi pada remaja laki-laki, biasanya berusia 11, 12, 13, 14 tahun, yang ditembak di titik-titik distribusi makanan. Dan kami telah menyaksikannya sangat sering selama beberapa minggu terakhir selama saya berada di sana," ujarnya kepada Morning Edition.
3. Melatih Ahli Bedah di Gaza
Nick Maynard telah menghabiskan 15 tahun bepergian dari Oxford, Inggris, ke Gaza, membimbing para dokter muda dan melatih para ahli bedah. Salah satu mantan muridnya, seorang perempuan Palestina yang kemudian menjadi dokter di Inggris, kini dianggap sebagai bagian dari keluarganya.Namun sejak perang antara Israel dan Gaza dimulai pada Oktober 2023, misi Maynard telah bergeser. Dalam perjalanannya kali ini, ia melakukan operasi darurat di tengah tembakan, merawat anak-anak yang kekurangan gizi, dan membantu merawat pasien trauma dengan cedera parah.
Berbicara kepada NPR dari Rumah Sakit Nasser, fasilitas medis utama di Khan Younis, Maynard menggambarkan sistem kesehatan yang kolaps. Suara tembakan bergema di luar saat ia menguraikan apa yang ia sebut sebagai upaya sistematis Israel untuk menghancurkan infrastruktur sipil Gaza: rumah sakit kehilangan pasokan, bayi-bayi meninggal karena kelaparan, dan anak-anak ditembak saat mencoba meraih makanan.
Suara tembakan itu, katanya, bukanlah suara acak.
"Serangan ini sangat umum terjadi pada remaja laki-laki, biasanya berusia 11, 12, 13, 14 tahun, yang ditembak di titik-titik distribusi makanan. Dan kami telah menyaksikannya sangat sering selama beberapa minggu terakhir selama saya berada di sana," ujarnya kepada Morning Edition.
(ahm)
Lihat Juga :