Perang Thailand-Kamboja Bisa Seret Pihak Luar, Tak Belajar dari Konflik Indonesia-Malaysia

Jum'at, 25 Juli 2025 - 13:23 WIB
Menurut Rezasyah, pemerintah kedua negara cenderung mengambil manfaat dari konflik perbatasan yang terjadi guna meningkatkan kredibilitas mereka masing-masing.

"Ini sangat berbahaya karena andalan kita adalah ASEAN. [ASEAN] itu adalah kawasan zone of peace, freedom, and neutrality. Di mana kita bisa menstabilkan negara dan konflik-konflik yang ada secara baik berdasarkan mekanisme consultation and consensus," kata Rezasyah.

Dia berharap ASEAN menyegerakan sebuah pertemuan daurat dari para menteri luar negeri. "Ini belajar dari pengalaman kita saat terjadinya krisis di Myanmar tahun 2021," ujarnya.

"Krisis ini [Thailand-Kamboja] berpotensi melibatkan negara-negara luar. Oleh karena itu, hendaknya kepala negara ASEAN memprakarsai sebuah konferensi tingkat tinggi," seru pakar dari Universitas Padjajaran tersebut.

Menurutnya, bisa saja terjadi masing-masing negara ASEAN membuat suatu statement yang mungkin netral tapi sedikit tendensius yang pada akhirnya bisa dianggap mendukung salah satu pihak yang terlibat konflik.

"Hendaknya pemimpin ASEAN mengingatkan. Kita ini mengandalkan zone of peace, freedom, and neutrality. Kita menolak campur tangan pihah-pihak luar langsung maupun tidak langsung atas krisis ini," terang Rezasyah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!