Perempuan Ini Nikahi 2 Pria Sekaligus, Pesta Pernikahan Poliandri Meriah 3 Hari Berturut-turut
Senin, 21 Juli 2025 - 07:28 WIB
Sunita, yang berasal dari Desa Kunhat, mengatakan bahwa dia menyadari tradisi ini dan membuat keputusannya tanpa tekanan, seraya menambahkan bahwa dia menghormati ikatan yang telah mereka jalin.
Pradeep, asal Desa Shillai, bekerja di sebuah departemen pemerintah, sementara adiknya; Kapil, bekerja di luar negeri.
"Kami mengikuti tradisi ini secara terbuka karena kami bangga akan hal itu dan itu adalah keputusan bersama," kata Pradeep.
Kapil mengatakan dia mungkin tinggal di luar negeri, tetapi melalui pernikahan ini, "kami memastikan dukungan, stabilitas, dan cinta untuk istri kami sebagai keluarga yang bersatu".
"Kami selalu percaya pada transparansi," imbuh dia, seperti dikutip NDTV, Senin (21/7/2025).
Hatti adalah komunitas yang erat di perbatasan Himachal Pradesh-Uttarakhand dan dinyatakan sebagai Suku Terjadwal tiga tahun lalu. Di suku ini, poliandri telah populer selama berabad-abad, tetapi karena meningkatnya literasi di kalangan perempuan dan peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut, kasus poliandri tidak dilaporkan.
Pernikahan semacam itu diresmikan secara rahasia dan diterima oleh masyarakat tetapi jumlahnya semakin sedikit, kata para tetua di desa.
Menurut para pakar, salah satu pertimbangan utama di balik tradisi ini adalah untuk memastikan bahwa tanah leluhur tidak dibagi, sementara pembagian harta warisan kepada perempuan suku masih menjadi isu utama.
Pradeep, asal Desa Shillai, bekerja di sebuah departemen pemerintah, sementara adiknya; Kapil, bekerja di luar negeri.
"Kami mengikuti tradisi ini secara terbuka karena kami bangga akan hal itu dan itu adalah keputusan bersama," kata Pradeep.
Kapil mengatakan dia mungkin tinggal di luar negeri, tetapi melalui pernikahan ini, "kami memastikan dukungan, stabilitas, dan cinta untuk istri kami sebagai keluarga yang bersatu".
"Kami selalu percaya pada transparansi," imbuh dia, seperti dikutip NDTV, Senin (21/7/2025).
Hatti adalah komunitas yang erat di perbatasan Himachal Pradesh-Uttarakhand dan dinyatakan sebagai Suku Terjadwal tiga tahun lalu. Di suku ini, poliandri telah populer selama berabad-abad, tetapi karena meningkatnya literasi di kalangan perempuan dan peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut, kasus poliandri tidak dilaporkan.
Pernikahan semacam itu diresmikan secara rahasia dan diterima oleh masyarakat tetapi jumlahnya semakin sedikit, kata para tetua di desa.
Menurut para pakar, salah satu pertimbangan utama di balik tradisi ini adalah untuk memastikan bahwa tanah leluhur tidak dibagi, sementara pembagian harta warisan kepada perempuan suku masih menjadi isu utama.
Lihat Juga :