Israel Hancurkan 88% Jalur Gaza dan Gusur 2 Juta Orang sejak Oktober 2023

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:39 WIB
Laporan tersebut juga menyatakan Israel telah mencegah masuknya puluhan ribu truk bantuan selama lebih dari 139 hari berturut-turut.

Sektor pertanian Gaza telah menderita kerugian sebesar USD2,2 miliar akibat hancurnya 92% lahan subur di wilayah kantong tersebut.

Sementara itu, infrastruktur utama seperti air, listrik, sanitasi, dan situs arkeologi telah hancur total.

Menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, tentara Israel telah melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan hampir 59.000 warga Palestina sejauh ini, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Pengeboman tanpa henti telah menghancurkan daerah kantong tersebut dan menyebabkan kekurangan pangan serta penyebaran penyakit.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.

Baca juga: Abu Ubaidah: Israel Tolak Kesepakatan Gencatan Senjata untuk Bebaskan Semua Tawanan di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!