3 Alasan Israel Ingin Bunuh Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Minggu, 20 Juli 2025 - 04:40 WIB

3. Masuk Lingkaran Kekuasaan Khamenei

"Saya membayangkan pemimpin tertinggi saat ini tidak bisa tidur dan khawatir apakah dia akan hidup atau tidak," ujar Holly Dagres, pakar regional dan peneliti senior di lembaga pemikir Washington Institute di Washington, D.C., kepada CBS News.

Serangan Israel yang terus berlanjut telah menewaskan beberapa jenderal tinggi Iran dan penasihat keamanan bagi ayatollah tersebut, memberikan pukulan telak bagi lingkaran dalamnya, yang menurut kantor berita Reuters, hanya terdiri dari 15 hingga 20 loyalis tepercaya. Korban tewas termasuk Panglima Tertinggi Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, Kepala Program Rudal Balistik Iran, Amir Ali Hajizadeh, dan Kepala Intelijen Mohammad Kazemi.

Militer Israel membanggakan telah membunuh orang yang ditunjuk untuk menggantikan Kepala Staf Militer Iran, hanya empat hari setelah mereka membunuh pendahulunya dalam serangan pertama.

"Kami telah melenyapkan Ali Shadmani, Kepala Staf Perang, komandan militer paling senior rezim Iran," kata juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, pada hari Selasa. "Ia dilenyapkan di markas rezim Iran di jantung kota Teheran.

Shadmani adalah Kepala Staf Angkatan Bersenjata rezim Iran dan orang yang paling dekat dengan pemimpin Iran, Khamenei. Ia ditunjuk untuk menggantikan Kepala Staf sebelumnya, yang juga kami gagalkan dalam serangan pembuka operasi. Ia hanya berhasil mengisi posisi tersebut selama 4 hari."

Namun, bahkan jika Israel membunuh Ayatollah Khamenei itu sendiri, Dagres mengatakan rezim ulama Iran memiliki proses yang mapan untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!