Meski Punya Bom Nuklir, Pakar Ini Ungkap 3 Alasan Militer Pakistan Tak Berani Melawan Israel

Selasa, 15 Juli 2025 - 05:05 WIB
Baca Juga: Antisipasi Diserang Israel Lagi, Parlemen Iran Sepakat Tingkatkan Anggaran Militer

2. Bagian Imperialisme AS

Di balik slogan-slogan lantang "pengekangan strategis" dan "stabilitas regional" terdapat keterlibatan diam-diam. Lembaga militer Pakistan—terutama para petingginya—telah lama terjerat dalam mesin imperialisme Amerika.

"Selama beberapa dekade, para perwira Pakistan telah dikirim ke akademi militer AS bukan hanya untuk mempelajari ilmu perang, tetapi untuk dijinakkan ke dalam sistem nilai kekaisaran: kesetiaan kepada Washington, penghormatan kepada Tel Aviv, dan penolakan terhadap perlawanan nyata apa pun terhadap hegemoni Barat. Mereka kembali dengan ijazah yang mengilap, ego yang membesar, dan kebutaan yang dipupuk dengan hati-hati terhadap jeritan yang datang dari Gaza," papar Junaid S. Ahmad.

3. Boneka Barat

Dan begitulah, lelucon berlanjut. Gaza terbakar. Para jenderal Pakistan berswafoto dengan diplomat Barat. Seorang hafiz merekomendasikan seorang penjahat perang untuk Hadiah Nobel Perdamaian. "Anggaran militer membengkak, sementara keberanian moral menguap. Sistem ini berhasil—untuk mereka," papar Junaid S. Ahmad.

Junaid S. Ahmad mengungkapkan, sampai elite militer Pakistan melepaskan loyalitas kolonialnya dan berpihak pada yang tertindas, alih-alih penindas, semua gelar agungnya—Kepala Staf Angkatan Darat, Marsekal Lapangan, Komando Strategis—tidak akan berarti apa-apa. Gelar-gelar itu akan menjadi lambang para pengecut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!