Israel Siapkan Rafah Jadi Kamp Pengungsian Paksa, Berikut 4 Faktanya

Senin, 14 Juli 2025 - 02:10 WIB

3. Pembersihan Etnis Makin Nyata

Analis Israel-Inggris, Daniel Levy, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel bermaksud menggunakan Rafah "sebagai pos persinggahan untuk membersihkan secara etnis dan secara fisik mengusir sebanyak mungkin warga Palestina dari wilayah tersebut".

Satu poin penting yang masih diperdebatkan adalah kendali Israel atas Koridor Morag, tepat di utara Rafah, yang akan memungkinkan Israel untuk mengendalikan dan mengisolasi Rafah, sehingga memudahkan pelaksanaan rencana pengusiran massal.

Dalam pernyataannya pada hari Senin, Katz mengatakan Israel akan menggunakan potensi gencatan senjata 60 hari untuk membangun "zona kemanusiaan" baru di selatan koridor, dan bahwa militer akan menguasai hampir 70 persen wilayah Gaza.

4. Perang Tak Akan Berakhir

Gideon Levy, kolumnis Israel untuk Haaretz, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa negosiasi tersebut kemungkinan besar tidak akan menghasilkan lebih dari gencatan senjata sementara, dengan pembebasan tawanan Israel dan Palestina, karena "Netanyahu tidak ingin perang berakhir."

Meskipun Trump dapat menekan sekutunya untuk mencapai kesepakatan permanen, presiden AS tampaknya tidak akan terlalu memaksakan diri, kata para pengamat.

"Tujuan akhirnya adalah pembersihan etnis," kata Levy. "Akankah itu dilaksanakan? Saya ragu."

"Tetapi mereka sudah mempersiapkan wilayah tersebut, dan jika dunia bersikap pasif dan AS memberikan lampu hijau, itu mungkin akan berhasil."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!