Usai Perang, Iran Tetapkan Syarat Ketat untuk Lanjutkan Perundingan Nuklir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:58 WIB
Ia menambahkan Teheran tetap berkomitmen pada diplomasi, tetapi menekankan setiap keterlibatan baru harus didasarkan pada akuntabilitas, saling menghormati, dan, yang terpenting, "jaminan terhadap serangan apa pun."

Araghchi mengatakan meskipun ada ketegangan, pertukaran diplomatik masih berlangsung melalui mediator.

Departemen Luar Negeri AS mengklaim pekan ini bahwa Trump berkomitmen untuk berdamai dengan Iran.

"Komitmen kami telah teguh selama semua konflik ini dan sekaranglah saatnya bagi Iran untuk memanfaatkannya," ujar juru bicara Tammy Bruce kepada para wartawan.

Ketika ditanya tentang pernyataan Trump, menteri luar negeri Iran menjawab, "Mengklaim bahwa suatu program telah dimusnahkan... adalah sebuah kesalahan perhitungan," seraya menambahkan Teheran sedang "menilai kerusakannya" dan mungkin akan menuntut kompensasi.

Washington telah lama menuntut agar Teheran menghentikan semua pengayaan uranium, posisi yang dianggap Iran sebagai pemutus kesepakatan.

Araghchi menegaskan kembali program nuklir negara itu tetap damai, sah, dan di bawah pengawasan IAEA yang konstan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!