China Pasok Sistem Rudal ke Iran setelah Perang dengan Israel Mereda

Selasa, 08 Juli 2025 - 08:13 WIB
Meskipun demikian, pemerintah Iran bertahan terhadap serangan tersebut. Militer Teheran juga mampu terus menembakkan rudal balistik ke Israel, menghancurkan beberapa lokasi sensitif di Tel Aviv dan Haifa sebelum gencatan senjata terjadi.

Pada akhir 1980-an, Iran menerima rudal jelajah HY-2 Silkworm dari China melalui Korea Utara saat berperang dengan Irak.

Republik Islam Iran menggunakan rudal tersebut untuk menyerang Kuwait dan menyerang kapal tanker minyak berbendera AS selama apa yang disebut "perang tanker". Pada 2010, ada laporan bahwa Iran menerima rudal antipesawat HQ9 dari China.

Iran diyakini menggunakan S-300 Rusia, yang mampu menyerang pesawat dan UAV selain menyediakan beberapa kemampuan pertahanan rudal jelajah dan balistik, serta sistem China yang lebih tua dan baterai yang diproduksi secara lokal seperti seri Khordad dan Bavar-373.

Sistem tersebut diyakini memiliki kemampuan terbatas untuk menembak jatuh pesawat tempur siluman F-35 AS yang dioperasikan Israel.

China juga telah menjual sistem pertahanan udara HQ-9 dan HQ-16 ke Pakistan. Mesir juga diketahui memiliki sistem HQ-9 China, menurut laporan MEE.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!