China Pasok Sistem Rudal ke Iran setelah Perang dengan Israel Mereda

Selasa, 08 Juli 2025 - 08:13 WIB
loading...
China Pasok Sistem Rudal...
China memasok sistem rudal ke Iran setelah perang dengan Israel mereda. Foto/MDAA
A A A
TEHERAN - China telah memasok baterai sistem pertahanan rudal ke Iran. Pengirimannya berlangsung setelah perang Iran-Israel mereda dengan gencatan senjata pada 24 Juni lalu.

Beberapa sumber mengatakan kepada Middle East Eye (MEE), Selasa (8/7/2025), bahwa Teheran menjual minyaknya untuk memperoleh sistem pertahanan udara China karena negara Islam itu ingin membangun kembali kemampuan pertahanannya yang dihancurkan oleh Israel.

Salah seorang sumber dari pejabat Arab, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas intelijen sensitif tersebut, mengatakan bahwa sekutu Arab-nya Amerika Serikat (AS) mengetahui upaya Teheran untuk mendukung dan memperkuat pertahanan udaranya dan bahwa Gedung Putih telah diberitahu tentang kemajuan Iran.

Baca Juga: Presiden Iran: Israel Ingin Seret AS ke Perang Abadi di Timur Tengah!

Para pejabat Arab tersebut tidak mengatakan berapa banyak baterai sistem rudal permukaan-ke-udara atau SAM yang telah diterima Iran dari China sejak akhir perang 12 hari. Namun, salah satu pejabat Arab mengatakan bahwa Iran membayar SAM tersebut dengan pengiriman minyak.

China adalah importir minyak Iran terbesar, dan Badan Informasi Energi AS menyatakan dalam sebuah laporan pada bulan Mei bahwa hampir 90 persen ekspor minyak mentah dan kondensat Iran mengalir ke Beijing.

Selama beberapa tahun, China telah mengimpor minyak Iran dalam jumlah yang memecahkan rekor meskipun ada sanksi AS, dengan menggunakan negara-negara seperti Malaysia sebagai pusat transshipment untuk menutupi asal minyak mentah tersebut.

"Orang Iran terlibat dalam cara-cara perdagangan yang kreatif," kata pejabat Arab kedua kepada MEE.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan membahas Iran dan program nuklirnya saat mereka bertemu pada hari Senin waktu Washington.

Pengiriman sistem pertahanan rudal tersebut menandai hubungan Beijing dengan Teheran yang semakin dalam dan terjadi ketika beberapa pihak di Barat mencatat bahwa China dan Rusia tampaknya menjaga jarak dari Iran di tengah serangan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Israel sebelumnya mengeklaim mencapai keunggulan udara di atas langit Iran selama konflik tersebut, menghancurkan landasan peluncuran rudal balistik dan membunuh para jenderal dan ilmuwan nuklir Teheran.

Meskipun demikian, pemerintah Iran bertahan terhadap serangan tersebut. Militer Teheran juga mampu terus menembakkan rudal balistik ke Israel, menghancurkan beberapa lokasi sensitif di Tel Aviv dan Haifa sebelum gencatan senjata terjadi.

Pada akhir 1980-an, Iran menerima rudal jelajah HY-2 Silkworm dari China melalui Korea Utara saat berperang dengan Irak.

Republik Islam Iran menggunakan rudal tersebut untuk menyerang Kuwait dan menyerang kapal tanker minyak berbendera AS selama apa yang disebut "perang tanker". Pada 2010, ada laporan bahwa Iran menerima rudal antipesawat HQ9 dari China.

Iran diyakini menggunakan S-300 Rusia, yang mampu menyerang pesawat dan UAV selain menyediakan beberapa kemampuan pertahanan rudal jelajah dan balistik, serta sistem China yang lebih tua dan baterai yang diproduksi secara lokal seperti seri Khordad dan Bavar-373.

Sistem tersebut diyakini memiliki kemampuan terbatas untuk menembak jatuh pesawat tempur siluman F-35 AS yang dioperasikan Israel.

China juga telah menjual sistem pertahanan udara HQ-9 dan HQ-16 ke Pakistan. Mesir juga diketahui memiliki sistem HQ-9 China, menurut laporan MEE.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved