7 Fakta Cape Verde, Negara di Afrika Paling Stabil yang Dijadikan sebagai Mercusuar

Minggu, 06 Juli 2025 - 15:25 WIB
Cape Verde dikenal sebagai negara paling stabil di Afrika yang dijadikan mercusuar. Foto/X/@AfricaFirsts
LONDON - Cape Verde terletak sekitar 700 kilometer dari pantai Afrika Barat, dan telah menjadi negara demokrasi sejak tahun 1990-an.

"Banyak yang mengatakan Cape Verde adalah mercusuar bagi negara-negara Afrika lainnya," kata politikus Cape Verde yang telah lama menjabat, Gualberto do Rosario.



"Saya tidak percaya pada perbandingan semacam itu. Tidak diragukan lagi, Cape Verde memiliki skor lebih baik daripada banyak negara Afrika lainnya dalam berbagai indeks," kata mantan perdana menteri (tahun 2000 dan 2001) dan ketua Gerakan Demokrasi (MpD) yang berkuasa saat ini kepada DW. "Tetapi saya pikir masih banyak yang harus dilakukan, dan kita harus terus bekerja untuk memajukan negara ini.

7 Fakta Cape Verde, Negara di Afrika Paling Stabil yang Dijadikan sebagai Mercusuar

1. Indeks Pembangunan di Atas Rata-rata

Cape Verde telah memperoleh skor baik pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan angka-angka di atas rata-rata dibandingkan dengan negara-negara Afrika. Ke-17 tujuan global ini — termasuk pengurangan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan — merupakan target di seluruh dunia untuk tahun 2030.

Tetapi menurut Do Rosario, perbandingan dengan negara-negara daratan Afrika hanya sebagian bermakna. Ia menunjuk pada sejarah dan geografi Cape Verde: "Pulau-pulau kami tidak berpenghuni dan hanya dihuni oleh imigran Eropa dan Afrika mulai tahun 1460-an. Itulah yang membuat pembangunan kita unik."

Baginya, perjuangan panjang Cape Verde melawan kemiskinan dan kekeringan telah membentuk keinginan penduduk pulau untuk bertahan hidup dan membantu mereka maju bahkan dalam kondisi sulit.

Baca Juga: Brigade Al Qassam Tembakkan Peledak ke Tank Israel

2. Kemajuan dalam Pendidikan dan Kesehatan

Selama lima dekade terakhir, Cape Verde telah membuat langkah luar biasa — khususnya dalam pendidikan dan perawatan kesehatan.

Antonio da Silva, mantan pejuang kemerdekaan dan sekarang sekretaris eksekutif Komisi Masyarakat Sipil, yang menyelenggarakan perayaan kemerdekaan, juga berpandangan positif. Saat masih muda, ia bergabung dengan organisasi pemberontak PAIGC (Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan Cape Verde), yang berjuang melawan penjajahan Portugis di Guinea-Bissau.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!