Iran Tahan 2 Warga Prancis Lebih dari 3 Tahun, Didakwa Jadi Mata-mata Mossad
Kamis, 03 Juli 2025 - 10:17 WIB
Nasib Kohler dan Paris tidak diketahui sejak Israel menargetkan penjara Evin di Teheran dalam serangan udara minggu lalu, sebelum gencatan senjata yang diusulkan Amerika Serikat antara Iran dan Iran mulai berlaku.
Pengadilan Iran mengatakan serangan Israel terhadap penjara itu telah menewaskan sedikitnya 79 orang.
Disebutkan juga bahwa otoritas penjara Iran telah memindahkan narapidana keluar dari penjara Evin, tanpa menyebutkan jumlah mereka atau mengidentifikasi mereka.
Kohler (40) dan Paris, pasangannya yang berusia 72 tahun, telah ditahan di Iran sejak Mei 2022.
Iran diyakini menahan sekitar 20 warga negara Eropa—banyak di antaranya kasusnya tidak pernah dipublikasikan—dalam apa yang digambarkan oleh beberapa pemerintah Barat, termasuk Prancis, sebagai strategi penyanderaan yang bertujuan untuk mendapatkan konsesi dari Barat.
Tiga warga Eropa, yang belum diidentifikasi, juga telah ditangkap setelah konflik saat ini, dua di antaranya dituduh menjadi mata-mata untuk Israel, menurut otoritas Iran.
Pengadilan Iran mengatakan serangan Israel terhadap penjara itu telah menewaskan sedikitnya 79 orang.
Disebutkan juga bahwa otoritas penjara Iran telah memindahkan narapidana keluar dari penjara Evin, tanpa menyebutkan jumlah mereka atau mengidentifikasi mereka.
Kohler (40) dan Paris, pasangannya yang berusia 72 tahun, telah ditahan di Iran sejak Mei 2022.
Iran diyakini menahan sekitar 20 warga negara Eropa—banyak di antaranya kasusnya tidak pernah dipublikasikan—dalam apa yang digambarkan oleh beberapa pemerintah Barat, termasuk Prancis, sebagai strategi penyanderaan yang bertujuan untuk mendapatkan konsesi dari Barat.
Tiga warga Eropa, yang belum diidentifikasi, juga telah ditangkap setelah konflik saat ini, dua di antaranya dituduh menjadi mata-mata untuk Israel, menurut otoritas Iran.
(mas)
Lihat Juga :