Media Iran Serukan Eksekusi Kepala IAEA karena Jadi Agen Mossad, Inggris-Prancis-Jerman Marah

Selasa, 01 Juli 2025 - 11:22 WIB
Namun Iran semakin mengkritik Grossi dan mengancam akan menghentikan kerja sama dengan IAEA, yang menurut Teheran memberikan pembenaran atas pengeboman Israel, yang dimulai sehari setelah dewan IAEA memberikan suara untuk menyatakan Iran melanggar kewajiban berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) PBB.

Iran Kritik Standar Ganda IAEA



Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui panggilan telepon pada hari Senin bahwa standar ganda IAEA telah menciptakan masalah bagi keamanan regional dan global, menurut laporan media pemerintah Iran.

"Pandangan pemerintah, parlemen, dan rakyat Iran adalah bahwa direktur IAEA tak bertindak secara tidak memihak terkait dengan berkas nuklir negara kami, terlepas dari semua kerja sama dan interaksi yang telah terjadi, dan perilaku ini sama sekali tidak dapat kami terima," kata Pezeshkian.

Sebagai penandatangan NPT, Iran diharuskan menerima inspeksi IAEA. Israel dikecualikan dari inspeksi nuklir karena merupakan satu dari lima negara yang tidak menjadi pihak dalam NPT.

Meskipun Israel tidak membenarkan atau menyangkal bahwa mereka memiliki senjata nuklir, negara tersebut diperkirakan memiliki sedikitnya 80-90 senjata nuklir, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI).

Situasi ini telah lama menjadi sumber keluhan di kalangan garis keras di Republik Islam Iran, dan telah meningkat di Teheran setelah serangan Israel dan AS awal bulan ini.

Iran pada hari Senin menaikkan jumlah korban tewas resmi akibat serangan Israel-AS menjadi 935 orang, termasuk 38 anak-anak dan 132 wanita, menurut kantor berita pemerintah; IRNA.

Serangan balasan Iran terhadap Israel selama konflik 12 hari menewaskan 28 orang, menurut otoritas Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!