Media Iran Serukan Eksekusi Kepala IAEA karena Jadi Agen Mossad, Inggris-Prancis-Jerman Marah

Selasa, 01 Juli 2025 - 11:22 WIB
Selama panggilan teleponnya dengan Macron, Pezeshkian mengatakan Teheran menghentikan kerja sama dengan pengawas nuklir PBB karena apa yang disebutnya sebagai perilaku "destruktif" kepala badan tersebut terhadap republik Islam Iran, menurut pernyataan kantor Pezeshkian pada hari Senin.

"Tindakan yang diambil oleh anggota parlemen...merupakan respons alami terhadap perilaku yang tidak dapat dibenarkan, tidak konstruktif, dan destruktif dari Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional," kata Pezeshkian kepada Macron.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Grossi tidak diterima di Iran, karena telah melakukan "tindakan jahat" dan memainkan "peran yang disesalkan".

Iran juga mengatakan pada hari Senin bahwa mereka belum dapat diharapkan untuk menjamin keselamatan inspektur IAEA.

"Bagaimana mereka dapat mengharapkan kita untuk memastikan keselamatan dan keamanan inspektur badan tersebut ketika fasilitas nuklir damai Iran diserang beberapa hari yang lalu?" kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers.

Baghaei mengatakan bahwa rancangan undang-undang (RUU) parlemen Iran yang menyerukan pemerintah untuk menarik kerja sama dengan IAEA telah disetujui oleh Dewan Wali, badan keamanan yang dikendalikan oleh orang-orang yang ditunjuk oleh pemimpin tertinggi, dan sekarang menjadi kewajiban.

"Iran seharusnya tidak diharapkan untuk menerima kewajibannya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir ketika pengawas nuklir PBB tidak mengutuk serangan terhadap situs nuklir Iran," kata Baghaei.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!