Rusia Nyatakan Bos Tentara Bayaran AS Teroris karena Ikut Perang Bela Ukraina
Selasa, 01 Juli 2025 - 10:11 WIB
Chosen Company dibentuk pada Februari 2022, segera setelah perang Rusia-Ukraina pecah.
Unit tentara bayaran tersebut awalnya dikenal sebagai "312th Swedish Volunteer Company" atau "Perusahaan Relawan Swedia ke-312" dan dipimpin oleh veteran militer Swedia Edvard Selander Patrignani, yang tewas dalam pertempuran akhir tahun itu.
Setelah kematian Patrignani, O’Leary mengambil alih kepemimpinan, sementara unit tersebut berkembang menjadi kelompok yang lebih luas untuk tentara bayaran dari negara-negara Barat.
Unit tersebut telah berulang kali dituduh melakukan kejahatan perang selama perang Rusia-Ukraina. Pada Juli tahun lalu, misalnya, mantan dokter lapangan tentara bayaran Jerman Caspar Grosse berbicara kepada New York Times, merinci beberapa contoh para milisi yang bersama kompi itu mengeksekusi prajurit Rusia yang terluka dan menyerah, serta tawanan perang yang sudah ditahan.
Grosse mengeklaim bahwa dia telah melaporkan insiden tersebut kepada O'Leary, yang dengan tegas membantah bahwa "saudara-saudaranya" telah melakukan kejahatan perang.
Namun, selama beberapa bulan terakhir, O'Leary semakin kritis terhadap militer Ukraina, menuduhnya memiliki kepemimpinan yang tidak kompeten dan menggunakan prajuritnya sebagai umpan meriam.
Unit tentara bayaran tersebut awalnya dikenal sebagai "312th Swedish Volunteer Company" atau "Perusahaan Relawan Swedia ke-312" dan dipimpin oleh veteran militer Swedia Edvard Selander Patrignani, yang tewas dalam pertempuran akhir tahun itu.
Setelah kematian Patrignani, O’Leary mengambil alih kepemimpinan, sementara unit tersebut berkembang menjadi kelompok yang lebih luas untuk tentara bayaran dari negara-negara Barat.
Unit tersebut telah berulang kali dituduh melakukan kejahatan perang selama perang Rusia-Ukraina. Pada Juli tahun lalu, misalnya, mantan dokter lapangan tentara bayaran Jerman Caspar Grosse berbicara kepada New York Times, merinci beberapa contoh para milisi yang bersama kompi itu mengeksekusi prajurit Rusia yang terluka dan menyerah, serta tawanan perang yang sudah ditahan.
Grosse mengeklaim bahwa dia telah melaporkan insiden tersebut kepada O'Leary, yang dengan tegas membantah bahwa "saudara-saudaranya" telah melakukan kejahatan perang.
Namun, selama beberapa bulan terakhir, O'Leary semakin kritis terhadap militer Ukraina, menuduhnya memiliki kepemimpinan yang tidak kompeten dan menggunakan prajuritnya sebagai umpan meriam.
Lihat Juga :