Jenderal Tertinggi AS Akui Tak Gunakan Bom GBU-57 di Situs Nuklir Isfahan Iran karena Tak Efektif
Minggu, 29 Juni 2025 - 07:39 WIB
Pakar senjata dan profesor di Middlebury Institute of International Studies Jeffrey Lewis mengatakan kepada CNN bahwa citra satelit komersial menunjukkan bahwa Iran telah mengakses terowongan di Isfahan.
"Ada sejumlah kendaraan yang hadir di Isfahan pada tanggal 26 Juni dan setidaknya satu pintu masuk terowongan telah dibersihkan dari halangan pada pertengahan pagi tanggal 27 Juni," kata Lewis.
"Jika persediaan (uranium yang sangat diperkaya) Iran masih berada di dalam terowongan ketika Iran menutup pintu masuk, mungkin sekarang persediaan itu ada di tempat lain," paparnya.
Citra satelit tambahan yang diambil pada tanggal 27 Juni oleh Planet Labs menunjukkan pintu masuk terowongan terbuka pada saat itu, menurut Lewis.
Penilaian awal DIA mencatat bahwa struktur di atas tanah situs nuklir tersebut rusak sedang hingga parah, imbuh laporan CNN.
Kerusakan itu dapat membuat Iran jauh lebih sulit untuk mengakses uranium yang diperkaya yang masih berada di bawah tanah, sesuatu yang disinggung Graham.
"Serangan ini menyebabkan banyak kerusakan pada ketiga fasilitas tersebut," papar Murphy kepada CNN.
"Tetapi Iran masih memiliki pengetahuan untuk menyusun kembali program nuklir. Dan jika mereka masih memiliki bahan yang diperkaya itu, dan jika mereka masih memiliki sentrifus, dan jika mereka masih memiliki kemampuan untuk dengan sangat cepat memindahkan sentrifus tersebut ke apa yang kita sebut kaskade, kita belum menunda program itu selama bertahun-tahun. Kita telah menundanya selama berbulan-bulan," lanjut dia.
Caine dan Hegseth mengatakan operasi militer terhadap situs nuklir Fordow berjalan persis seperti yang direncanakan tetapi tidak menyebutkan dampaknya terhadap situs nuklir Isfahan dan Natanz.
"Ada sejumlah kendaraan yang hadir di Isfahan pada tanggal 26 Juni dan setidaknya satu pintu masuk terowongan telah dibersihkan dari halangan pada pertengahan pagi tanggal 27 Juni," kata Lewis.
"Jika persediaan (uranium yang sangat diperkaya) Iran masih berada di dalam terowongan ketika Iran menutup pintu masuk, mungkin sekarang persediaan itu ada di tempat lain," paparnya.
Citra satelit tambahan yang diambil pada tanggal 27 Juni oleh Planet Labs menunjukkan pintu masuk terowongan terbuka pada saat itu, menurut Lewis.
Penilaian awal DIA mencatat bahwa struktur di atas tanah situs nuklir tersebut rusak sedang hingga parah, imbuh laporan CNN.
Kerusakan itu dapat membuat Iran jauh lebih sulit untuk mengakses uranium yang diperkaya yang masih berada di bawah tanah, sesuatu yang disinggung Graham.
"Serangan ini menyebabkan banyak kerusakan pada ketiga fasilitas tersebut," papar Murphy kepada CNN.
"Tetapi Iran masih memiliki pengetahuan untuk menyusun kembali program nuklir. Dan jika mereka masih memiliki bahan yang diperkaya itu, dan jika mereka masih memiliki sentrifus, dan jika mereka masih memiliki kemampuan untuk dengan sangat cepat memindahkan sentrifus tersebut ke apa yang kita sebut kaskade, kita belum menunda program itu selama bertahun-tahun. Kita telah menundanya selama berbulan-bulan," lanjut dia.
Caine dan Hegseth mengatakan operasi militer terhadap situs nuklir Fordow berjalan persis seperti yang direncanakan tetapi tidak menyebutkan dampaknya terhadap situs nuklir Isfahan dan Natanz.
(mas)
Lihat Juga :