37 Juta Orang Telah Terlantar Akibat 'Perang Melawan Teror' AS

Rabu, 09 September 2020 - 06:52 WIB
"Pemindahan telah menyebabkan kerugian yang tak terhitung bagi individu, keluarga, kota kecil, kota besar, wilayah, dan seluruh negara secara fisik, sosial, emosional, dan ekonomi," kata laporan itu, menekankan bahwa jumlah total pengungsi tidak sepenuhnya menangkap dampak kehilangan rumah seseorang dan banyak lagi.(Baca juga: RI Sesalkan Keputusan AS Veto Resolusi Soal Terorisme )

Laporan tersebut dikeluarkan hanya beberapa hari sebelum peringatan 19 tahun serangan teror 11/9, yang mendorong perubahan besar di seluruh dunia dan terus berdampak pada pendekatan Amerika terhadap urusan luar negeri. Secara keseluruhan, perang melawan teror secara luas dipandang sebagai kegagalan besar yang merugikan AS dalam jumlah uang yang sangat besar dan sumber daya, belum lagi hilangnya nyawa.

Menurut proyek Cost of War, harga pemerintah federal untuk perang melawan teror lebih dari USD6,4 triliun, dan itu menewaskan lebih dari 800.000 orang dalam kekerasan perang langsung.

AS masih memiliki pasukan di Afghanistan, yang diserang pada Oktober 2001, dan pemerintahan Trump terlibat dalam pembicaraan damai yang sedang berlangsung dan lemah dengan Taliban. Para sejarawan umumnya setuju bahwa invasi AS ke Irak pada tahun 2003 memicu kebangkitan ISIS, yang mendorong konflik yang sama sekali baru di Irak dan Suriah, serta serangan teror di seluruh dunia. Sementara itu, meski Osama bin Laden tewas pada 2011, al-Qaeda belum kalah total.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!