Netanyahu Sesumbar Israel Ubah Wajah Dunia dalam Perang Melawan Iran

Jum'at, 20 Juni 2025 - 10:53 WIB
Setelah pernyataan itu, Trump menawarkan timeline baru untuk kemungkinan intervensi AS dalam konflik, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia akan memutuskan apakah akan menyerang Iran dalam dua minggu ke depan karena peluang negosiasi yang "substansial".

Klaim Netanyahu bahwa Israel mampu menyerang semua fasilitas nulir Iran diragukan. Setidaknya, ada satu situs nuklir Iran yang bahkan Amerika Serikat pun ragu bisa menghancurkannya, yakni situs nuklir Fordo yang jauh berlokasi di bawah tanah di sebuah gunung di Iran.

Trump bahkan ragu bahwa bom "Bunker Buster" GBU-57 mampu menembus situs nuklir Fordo. Mengutip laporan The Guardian, Jumat (20/6/2025) Trump telah menyarankan kepada pejabat pertahanan Amerika bahwa masuk akal bagi AS untuk meluncurkan serangan terhadap Iran hanya jika bom "Bunker Buster" dijamin akan menghancurkan fasilitas pengayaan uranium kritis di Fordow. Demikian diungkap orang-orang yang mengetahui pertimbangan tersebut.

Trump diberitahu bahwa menjatuhkan GBU-57, bom 13,6 ton (30.000 plb) akan secara efektif menghilangkan Fordow. Tapi, menurut sumber-sumber tersebut, Trump tampaknya tidak sepenuhnya yakin, dan telah menahan otorisasi serangan karena dia juga menunggu kemungkinan bahwa ancaman keterlibatan AS akan membuat Iran berbicara.

Efektivitas GBU-57 telah menjadi topik pertengkaran yang mendalam di Pentagon sejak awal masa jabatan Trump, menurut dua pejabat pertahanan yang diberi pengarahan bahwa mungkin hanya senjata nuklir taktis yang mampu menghancurkan Fordow karena lokasinya sangat dalam di bawah tanah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!