Perusahaan Farmasi Dunia Teken Komitmen Soal Keamanan Vaksin, Rusia: Itu Tidak Cukup
Selasa, 08 September 2020 - 19:00 WIB
"Kami percaya janji beberapa perusahaan farmasi besar ini tidak cukup karena tidak membahas kurangnya studi jangka panjang tentang efek karsinogenik dan dampak pada kesuburan teknologi vaksin yang baru dikembangkan, seperti mRNA atau berbasis vektor adenoviral monyet," ucapnya, dalam siarana pers yang diterima Sindonews pada Selasa (8/9/2020).
Dia menuturkan, pihaknya percaya bahwa regulator internasional harus meminta bukti jangka panjang dari kurangnya efek samping yang merugikan ketika mempertimbangkan calon vaksin untuk pendaftaran di negara mereka. ( Baca juga: Belum Terbukti Manjur, Indonesia Pembeli Terbanyak Vaksin Sinovac )
"Kami juga percaya bahwa perusahaan farmasi harus bertanggung jawab dalam janji mereka atas potensi efek merugikan jangka panjang yang disebabkan oleh vaksin yang mereka produksi," tukasnya.
Dia menuturkan, pihaknya percaya bahwa regulator internasional harus meminta bukti jangka panjang dari kurangnya efek samping yang merugikan ketika mempertimbangkan calon vaksin untuk pendaftaran di negara mereka. ( Baca juga: Belum Terbukti Manjur, Indonesia Pembeli Terbanyak Vaksin Sinovac )
"Kami juga percaya bahwa perusahaan farmasi harus bertanggung jawab dalam janji mereka atas potensi efek merugikan jangka panjang yang disebabkan oleh vaksin yang mereka produksi," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :