Ganasnya Rudal Iran Nyaris Hantam Kediaman PM Israel Benjamin Netanyahu

Senin, 16 Juni 2025 - 08:35 WIB
Serangan hari Minggu itu menyusul dua gelombang serangan rudal Iran sebelumnya, yang dimulai pada hari Sabtu dan menargetkan Tel Aviv, Haifa, Rehovot, dan Bat Yam. Sumber-sumber Iran menyatakan bahwa rudal yang digunakan bersifat taktis dan membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi.

Netanyahu telah memperbarui ancamannya terhadap Iran, dengan mengatakan Teheran akan membayar sangat mahal atas kematian warga sipil Israel.

Netanyahu, saat berbicara selama kunjungan ke lokasi serangan rudal di sebuah bangunan tempat tinggal di Bat Yam, menyebut serangan Iran sebagai "pembunuhan berencana terhadap warga sipil, wanita, dan anak-anak". "Hati kami bersama keluarga," katanya.

Serangan Iran dilancarkan sebagai balasan atas kampanye serangan udara skala besar Israel pada hari Jumat, dengan nama sandi "Operasi Rising Lion". Operasi tersebut, yang dilaporkan dilakukan dengan dukungan diam-diam Amerika Serikat, melibatkan puluhan jet tempur Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, lokasi rudal, tokoh militer senior, dan para ilmuwan nuklir.

Sebagai tanggapan, Iran melancarkan kombinasi serangan rudal balistik dan pesawat nirawak, yang menyebabkan kematian, banyak cedera, dan kerusakan material yang meluas di beberapa kota Israel.

Menurut laporan Jerusalem Post, Senin (16/6/2025), jumlah korban tewas akibat serangan rudal dan drone Iran sudah bertambah menjadi 16 orang dan 390 lainnya terluka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!