Israel Serang Iran Duluan, tapi Netanyahu Bilang Teheran yang Jahat
Minggu, 15 Juni 2025 - 12:09 WIB
"Masih banyak lagi yang akan datang. Rezim tidak tahu apa yang menimpa mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan menimpa mereka. Negara-negara Iran dan Israel telah menjadi hebat sejak zaman Cyrus Agung," imbuh dia.
"Waktunya telah tiba bagi Anda untuk bersatu, Iran, bendera Anda dan warisan bersejarah Anda, dengan memperjuangkan kebebasan Anda dari rezim yang jahat dan menindas. Tidak pernah lebih lemah dari ini. Ini adalah kesempatan Anda untuk bangkit dan menyuarakan pendapat Anda. Wanita, Kehidupan, Kebebasan—Zan, Zendegi, Azadi."
Pemimpin rezim Zionis ini mengeklaim bahwa konflik Israel bukanlah dengan rakyat Iran.
"Seperti yang saya katakan kemarin dan berkali-kali sebelumnya, perjuangan Israel bukanlah melawan kalian. Bukan melawan kalian, rakyat Iran yang pemberani, yang kami hormati dan kagumi. Perjuangan kami adalah melawan musuh bersama, rezim pembunuh yang menindas dan memiskinkan kalian. Rakyat Iran yang pemberani, cahaya kalian akan mengalahkan kegelapan. Saya bersama kalian. Rakyat Israel bersama kalian," katanya, seperti dikutip dari video yang diunggah akun @IsraeliPM di X, Minggu (15/6/2025).
Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa Israel telah menyerang beberapa target bernilai tinggi Iran dalam serangan pertama yang menentukan.
"Beberapa saat yang lalu, Israel meluncurkan Operasi Rising Lion, operasi militer yang ditargetkan untuk menangkal ancaman Iran terhadap kelangsungan hidup Israel," katanya, seraya menambahkan bahwa misi tersebut akan terus berlanjut selama diperlukan.
Pemimpin Israel itu menuduh Iran mengejar program senjata nuklir yang menentang peringatan global, dengan menunjuk pada persediaan uranium yang diperkaya yang mampu menghasilkan beberapa bom nuklir.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah memproduksi cukup uranium yang diperkaya untuk sembilan bom atom. Sembilan," katanya.
"Waktunya telah tiba bagi Anda untuk bersatu, Iran, bendera Anda dan warisan bersejarah Anda, dengan memperjuangkan kebebasan Anda dari rezim yang jahat dan menindas. Tidak pernah lebih lemah dari ini. Ini adalah kesempatan Anda untuk bangkit dan menyuarakan pendapat Anda. Wanita, Kehidupan, Kebebasan—Zan, Zendegi, Azadi."
Pemimpin rezim Zionis ini mengeklaim bahwa konflik Israel bukanlah dengan rakyat Iran.
"Seperti yang saya katakan kemarin dan berkali-kali sebelumnya, perjuangan Israel bukanlah melawan kalian. Bukan melawan kalian, rakyat Iran yang pemberani, yang kami hormati dan kagumi. Perjuangan kami adalah melawan musuh bersama, rezim pembunuh yang menindas dan memiskinkan kalian. Rakyat Iran yang pemberani, cahaya kalian akan mengalahkan kegelapan. Saya bersama kalian. Rakyat Israel bersama kalian," katanya, seperti dikutip dari video yang diunggah akun @IsraeliPM di X, Minggu (15/6/2025).
Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa Israel telah menyerang beberapa target bernilai tinggi Iran dalam serangan pertama yang menentukan.
"Beberapa saat yang lalu, Israel meluncurkan Operasi Rising Lion, operasi militer yang ditargetkan untuk menangkal ancaman Iran terhadap kelangsungan hidup Israel," katanya, seraya menambahkan bahwa misi tersebut akan terus berlanjut selama diperlukan.
Pemimpin Israel itu menuduh Iran mengejar program senjata nuklir yang menentang peringatan global, dengan menunjuk pada persediaan uranium yang diperkaya yang mampu menghasilkan beberapa bom nuklir.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah memproduksi cukup uranium yang diperkaya untuk sembilan bom atom. Sembilan," katanya.
Lihat Juga :