Iran Ancam Serang Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Kamis, 12 Juni 2025 - 09:28 WIB
"Saya tidak tahu. Saya pikir begitu, dan saya semakin—kurang yakin tentang hal itu. Mereka tampaknya menunda dan saya pikir itu memalukan. Saya kurang yakin sekarang dibandingkan beberapa bulan yang lalu," katanya.

"Sesuatu terjadi pada mereka, tetapi saya kurang yakin kesepakatan akan tercapai...Mungkin mereka tidak ingin membuat kesepakatan, apa yang bisa saya katakan? Dan mungkin mereka ingin. Tidak ada yang final," paparnya.

Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan mengizinkan Teheran memperoleh senjata nuklir, dengan mengatakan: "Akan lebih baik melakukannya tanpa peperangan, tanpa orang-orang yang meninggal".

Pada 31 Mei 2025, setelah putaran perundingan kelima, Iran mengatakan telah menerima "unsur-unsur" dari proposal AS untuk kesepakatan nuklir, dengan Araghchi kemudian mengatakan teks tersebut mengandung "ambiguitas".

Iran mengatakan akan mengajukan proposal balasan terhadap rancangan terbaru dari Washington, yang telah dikritik karena gagal menawarkan keringanan sanksi—tuntutan utama bagi Teheran, yang telah terhuyung-huyung akibat sanksi selama bertahun-tahun.

Pada hari Senin, pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa memulai pertemuan Dewan Gubernur di Wina yang akan berlangsung hingga hari Jumat untuk membahas aktivitas atom Iran dan isu-isu lainnya.

Pertemuan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) digelar menyusul laporan yang dikeluarkan olehnya yang mengkritik kerja sama yang "kurang memuaskan" dari Teheran, khususnya dalam menjelaskan kasus-kasus masa lalu tentang bahan nuklir yang ditemukan di lokasi yang tidak dideklarasikan.

Iran mengkritik laporan IAEA sebagai tidak berimbang, dengan mengatakan bahwa laporan tersebut mengandalkan "dokumen palsu" yang diberikan oleh musuh bebuyutannya; Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!