Rusia Siap Beri Elon Musk Suaka di Tengah Perseteruan dengan Donald Trump
Minggu, 08 Juni 2025 - 08:53 WIB
Perseteruan tersebut dimulai ketika Musk secara terbuka mengkritik "RUU Besar yang Indah" dari pemerintah, sebuah rancangan undang-undang (RUU) pajak yang luas yang menurut para ekonom dapat meningkatkan defisit AS hingga USD600 miliar.
Trump menanggapi dengan menyerang Musk secara pribadi selama pertemuannya dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz pada 5 Juni. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan bahwa Musk "menjadi gila".
Musk membalas di media sosial bahwa Trump—dari Partai Republik—berutang kemenangan elektoralnya kepadanya, dengan mengeklaim bahwa tanpa pengaruhnya, Partai Demokrat akan mempertahankan kendali DPR AS.
Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia dan sering menyebarkan retorika anti-Barat, bercanda di X bahwa Moskow akan menjadi perantara perdamaian antara "D dan E"—merujuk pada Trump dan Musk—dengan imbalan saham Starlink.
"Jangan berkelahi, kawan," tulis Medvedev.
Trump menanggapi dengan menyerang Musk secara pribadi selama pertemuannya dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz pada 5 Juni. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan bahwa Musk "menjadi gila".
Musk membalas di media sosial bahwa Trump—dari Partai Republik—berutang kemenangan elektoralnya kepadanya, dengan mengeklaim bahwa tanpa pengaruhnya, Partai Demokrat akan mempertahankan kendali DPR AS.
Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia dan sering menyebarkan retorika anti-Barat, bercanda di X bahwa Moskow akan menjadi perantara perdamaian antara "D dan E"—merujuk pada Trump dan Musk—dengan imbalan saham Starlink.
"Jangan berkelahi, kawan," tulis Medvedev.
Lihat Juga :