Bagaimana Pusat Bantuan Kemanusiaan Jadi Perangkap Kematian Massal di Gaza?
Rabu, 04 Juni 2025 - 17:30 WIB
Insiden tersebut merupakan bagian dari apa yang digambarkan GMO sebagai kebijakan yang lebih luas dan sistematis. Sejak 27 Mei, ketika apa yang disebut pusat bantuan ini mulai beroperasi di Rafah dan Wadi Gaza, tempat tersebut telah menjadi lokasi serangan berulang kali.
Baca Juga: Aliansi Eropa - Yahudi di Ujung Tanduk
“Lokasi-lokasi ini tidak lain adalah tempat pembantaian yang penuh umpan. Warga sipil, yang kelaparan akibat pengepungan dan kelaparan yang dipaksakan, dipancing ke area-area ini dan kemudian ditembak mati dengan kejam. Proyek ini menyamar sebagai upaya kemanusiaan, tetapi pada kenyataannya, ini adalah alat genosida yang dilakukan di hadapan dunia,” pernyataan itu menambahkan.
Baca Juga: Aliansi Eropa - Yahudi di Ujung Tanduk
2. Pusat Bantuan Jadi Operasi Pembunuhan
GMO mengatakan bahwa pusat-pusat ini "dioperasikan oleh pendudukan Israel dan perusahaan keamanan Amerika" dan tidak memiliki pengawasan kemanusiaan yang independen.“Lokasi-lokasi ini tidak lain adalah tempat pembantaian yang penuh umpan. Warga sipil, yang kelaparan akibat pengepungan dan kelaparan yang dipaksakan, dipancing ke area-area ini dan kemudian ditembak mati dengan kejam. Proyek ini menyamar sebagai upaya kemanusiaan, tetapi pada kenyataannya, ini adalah alat genosida yang dilakukan di hadapan dunia,” pernyataan itu menambahkan.
3. Ketika Makanan Jadi Senjata
GMO mengutuk penggunaan makanan sebagai senjata, menyebutnya sebagai pelanggaran langsung terhadap hukum humaniter internasional. GMO menyalahkan pendudukan Israel dan pemerintah AS atas insiden-insiden ini, yang dituduhnya secara aktif mendukung operasi tersebut — secara politis dan logistik.Lihat Juga :