Profil Noam Chomsky, Intelektual yang Bongkar Peran AS dalam Operasi Anti-Komunis di Indonesia

Senin, 02 Juni 2025 - 13:14 WIB

Analisis Chomsky tentang Media dan Propaganda



Dalam bukunya "Manufacturing Consent", yang ditulis bersama Edward S Herman, Chomsky membahas bagaimana media massa di AS sering kali berperan sebagai alat propaganda yang mendukung kepentingan elite politik dan ekonomi. Menurut The New Yorker, dia menyoroti bagaimana kekerasan yang dilakukan oleh sekutu AS, seperti Indonesia, sering kali diabaikan atau dibenarkan oleh media, sementara kekerasan oleh musuh AS mendapat sorotan tajam.

Chomsky juga mengkritik bagaimana media Barat gagal melaporkan secara adil tentang pembantaian massal yang terjadi di Indonesia pada 1965-1966, di mana ratusan ribu orang yang diduga komunis dibunuh. Dia menilai bahwa media Barat cenderung mengabaikan atau bahkan menyambut baik peristiwa tersebut karena sejalan dengan kepentingan anti-komunis AS.

Melalui kritik-kritiknya, Chomsky telah membantu membuka mata publik internasional terhadap praktik-praktik intervensi dan dukungan AS terhadap rezim otoriter di berbagai negara, termasuk Indonesia saat itu. Dia menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam kebijakan luar negeri.

Dalam artikelnya yang berjudul "Indonesia, master card in Washington's hand" yang diterbitkan di Le Monde Diplomatique pada Juni 1998, Chomsky mencatat bahwa Presiden ke-34 AS, Dwight David Eisenhower, secara vokal menyetujui pandangan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan ancaman utama di Indonesia, meskipun tidak ada keterlibatan Soviet yang signifikan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!