Eks PM Israel Sebut Netanyahu Cs Geng Penjahat yang Lakukan Kejahatan Perang di Gaza

Senin, 02 Juni 2025 - 09:06 WIB
Sementara itu, lebih dari 54.000 orang tewas di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dipimpin Hamas, di tengah kampanye militer Israel berikutnya. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menilai bahwa hingga 20.000 milisi Hamas telah tewas, sementara mencatat lebih dari 400 kematian di antara jajarannya sendiri.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mendorong kesepakatan gencatan senjata, dengan utusan khusus Timur Tengahnya Steve Witkoff yang bertindak sebagai orang penting pemerintahan dalam diskusi tersebut. Sementara sebuah proposal saat ini sedang dibahas, Hamas dan Israel tampaknya masih berselisih mengenai rinciannya.

"Minggu lalu kami mencapai kesepakatan dan kesepahaman dengannya tentang sebuah proposal, yang dianggapnya dapat diterima untuk dinegosiasikan," kata Basem Naim, anggota biro politik di Hamas,kepada Newsweek.

"Kami kemudian dihadapkan dengan tanggapan Israel, yang tidak setuju dengan semua ketentuan yang telah kami sepakati," ujarnya.

“Namun demikian, kami sekarang menanggapinya secara positif dan bertanggung jawab dengan cara yang memenuhi persyaratan minimum"Tuntutan dan aspirasi rakyat kami," imbuh pejabat Hamas tersebut.

Dia menuduh AS melanggar "integritas dan keadilan" proses mediasi, juga menuduh pemerintahan Trump bias terhadap Israel.

"Mengapa, setiap kali, respons Israel dianggap sebagai satu-satunya respons untuk negosiasi?" tanyanya.

Komentar dari Hamas muncul setelah Witkoff menggambarkan respons kelompok perlawanan Palestina itu sebagai "sama sekali tidak dapat diterima."

"Hamas harus menerima usulan kerangka kerja yang kami ajukan sebagai dasar untuk perundingan jarak dekat, yang dapat segera kami mulai minggu depan," tulis Witkoff di X.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!