Viral! Gletser Pegunungan Alpen Runtuh Dahsyat, Satu Desa Terkubur Jutaan Meter Kubik Es dalam Sekejap
Jum'at, 30 Mei 2025 - 13:55 WIB
Sekarang, citra satelit sebelum dan sesudah bencana yang mengejutkan telah dirilis oleh Maxar Technologies. Gambar itu mengungkapkan tingkat kerusakan sebenarnya saat desa yang dulunya indah itu terhapus dalam sekejap.
Dua gambar pertama, keduanya diambil pada bulan November 2024, menunjukkan desa kecil dan rumah-rumahnya sebelum runtuh.
Kemudian gambar yang tersisa menunjukkan Desa Blatten setelah keruntuhan gletser pada hari Kamis, 29 Mei, dengan desa yang terlihat tertutup es dan puing-puing.
"Yang dapat saya katakan saat ini adalah sekitar 90 persen desa tertutup atau hancur," kata Stephane Ganzer, kepala keamanan di wilayah selatan Valais, kepada stasiun televisi Canal9, Jumat (30/5/2025).
Pemerintah daerah setempat mengatakan sebagian besar Gletser Birch di atas desa itu pecah, menyebabkan tanah longsor.
Gletser itu juga mengubur dasar Sungai Lonza di dekatnya.
"Apa yang terjadi adalah skenario terburuk yang tidak terpikirkan dan membawa bencana," kata Christophe Lambiel, seorang spesialis geologi pegunungan tinggi dan gletser di Universitas Lausanne, kepada RTS Swiss Television.
Dua gambar pertama, keduanya diambil pada bulan November 2024, menunjukkan desa kecil dan rumah-rumahnya sebelum runtuh.
Kemudian gambar yang tersisa menunjukkan Desa Blatten setelah keruntuhan gletser pada hari Kamis, 29 Mei, dengan desa yang terlihat tertutup es dan puing-puing.
"Yang dapat saya katakan saat ini adalah sekitar 90 persen desa tertutup atau hancur," kata Stephane Ganzer, kepala keamanan di wilayah selatan Valais, kepada stasiun televisi Canal9, Jumat (30/5/2025).
Pemerintah daerah setempat mengatakan sebagian besar Gletser Birch di atas desa itu pecah, menyebabkan tanah longsor.
Gletser itu juga mengubur dasar Sungai Lonza di dekatnya.
"Apa yang terjadi adalah skenario terburuk yang tidak terpikirkan dan membawa bencana," kata Christophe Lambiel, seorang spesialis geologi pegunungan tinggi dan gletser di Universitas Lausanne, kepada RTS Swiss Television.
Lihat Juga :