Lowy Institute: Negara Berkembang Tercekik Utang Inisiatif Sabuk dan Jalan China

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:45 WIB

Pemasok Kredit Terbesar



Institut itu menambahkan bahwa tekanan dari pinjaman negara China, bersama dengan melonjaknya pembayaran kepada sejumlah kreditor swasta internasional, memberikan tekanan finansial yang sangat besar pada negara-negara berkembang.

Hasilnya adalah meningkatnya kerentanan utang dan tersingkirnya prioritas pengeluaran penting seperti kesehatan, pendidikan, pengurangan kemiskinan, dan adaptasi iklim.

Lebih lanjut, laporan tersebut menyebutkan bahwa China berubah dari pemberi pinjaman kecil pada awal tahun 2000-an menjadi pemasok terbesar kredit bilateral baru bagi negara-negara berkembang pada pertengahan 2010-an.

Baca Juga: Beijing Gencarkan Proyek BRI, Indonesia Diingatkan soal Kualitas Produk China

Pada puncak lonjakan pinjaman BRI pada 2016, pinjaman baru yang didukung negara China berjumlah lebih dari USD50 miliar, melebihi gabungan pinjaman semua kreditor Barat tahun itu.

Ledakan pinjaman China paling menonjol di negara-negara berpenghasilan rendah dan sangat rentan, yang bergantung pada pinjaman dari kreditor bilateral serta multilateral dengan akses terbatas ke modal swasta internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!