Pengkritik Kremlin Navalny Mulai Sadar dari Koma, Merespon Perkataan
Selasa, 08 September 2020 - 04:04 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan pemerintahannya menyimpulkan Navalny, 44, diracun dengan Novichok, zat sama yang menurut Inggris digunakan pada agen ganda Rusia dan putrinya dalam serangan di Inggris pada 2018.
Rusia menyatakan tak ada bukti bahwa Navalny diracun. Insiden itu membuat masa depan jaringan pipa Nord Stream 2 Jerman dengan Rusia dapat dibatalkan karena semakin kuat desakan agar proyek itu dihentikan kecuali Rusia membantu menjelaskan situasi terkait racun yang diderita Navalny. (Baca Juga: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun)
Novichok merupakan agen saraf mematikan yang dikembangkan militer Soviet pada 1970-an dan 1980-an. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)
Inggris menyatakan Rusia menggunakan Novichok untuk meracun mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya di kota Salisbury dua tahun silam. Rusia menyangkal keterlibatan dalam serangan itu. (Lihat Video: Setelah Daftar di KPU, Calon Bupati Kabupaten Halmahera Meninggal Dunia Saat Orasi)
Rusia menyatakan tak ada bukti bahwa Navalny diracun. Insiden itu membuat masa depan jaringan pipa Nord Stream 2 Jerman dengan Rusia dapat dibatalkan karena semakin kuat desakan agar proyek itu dihentikan kecuali Rusia membantu menjelaskan situasi terkait racun yang diderita Navalny. (Baca Juga: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun)
Novichok merupakan agen saraf mematikan yang dikembangkan militer Soviet pada 1970-an dan 1980-an. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)
Inggris menyatakan Rusia menggunakan Novichok untuk meracun mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya di kota Salisbury dua tahun silam. Rusia menyangkal keterlibatan dalam serangan itu. (Lihat Video: Setelah Daftar di KPU, Calon Bupati Kabupaten Halmahera Meninggal Dunia Saat Orasi)
(sya)
Lihat Juga :