Israel Mengebom Para Penjaga Bantuan Gaza saat Diserang Penjarah Antek Zionis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 06:54 WIB
Kantor media tersebut mengatakan personel yang menjadi target "melakukan tugas kemanusiaan murni," termasuk mengamankan dua truk yang membawa obat-obatan penting dan perlengkapan medis yang ditujukan ke rumah sakit di daerah yang terkena dampak.

"Ini adalah kejahatan total dan mengungkap niat sebenarnya dari pendudukan Israel untuk mengganggu aliran bantuan kemanusiaan dan medis serta menciptakan keadaan kacau dan anarki," papar kantor media Gaza.

Kantor media tersebut menambahkan serangan semacam itu merupakan bukti lebih lanjut tentang peran tentara Israel dalam memungkinkan penjarahan bantuan kemanusiaan dan perlengkapan penting, dengan menyatakan, “Tujuannya untuk memastikan bantuan tersebut tidak sampai ke penerima manfaat dengan menargetkan mereka yang mengatur dan memastikan perjalanan mereka yang aman."

Nahed Shuheiber, direktur jenderal Asosiasi Perusahaan Transportasi di Gaza, mengkritik pemboman Israel terhadap titik-titik distribusi bantuan dan penjarahan yang terjadi di Deir al-Balah, dengan menggambarkan tindakan tersebut sebagai "tidak bertanggung jawab" dan sangat menghambat upaya bantuan.

Ia menekankan masyarakat harus menerapkan tindakan yang diperlukan untuk menjaga pengiriman barang-barang penting "tanpa gangguan atau eksploitasi".

Shuheiber selanjutnya meminta badan-badan internasional mengamankan perlindungan konvoi bantuan guna mempertahankan operasi bantuan di tengah situasi bencana di daerah kantong yang terkepung tersebut.

Menargetkan Gudang Medis



Sementara itu, militer Israel menargetkan gudang obat-obatan di Rumah Sakit Al-Awda di Jalur Gaza utara, membakarnya dan semakin memperburuk kekurangan pasokan medis vital di seluruh Gaza.

Upaya memadamkan api, yang terjadi pada hari Kamis, telah sangat terhambat, dengan kru pertahanan sipil tidak dapat mencapai rumah sakit akibat penembakan dan pembatasan yang terus dilakukan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!