Israel Mengebom Para Penjaga Bantuan Gaza saat Diserang Penjarah Antek Zionis
Sabtu, 24 Mei 2025 - 06:54 WIB
Pihak rumah sakit memperingatkan jika tidak ada tanggapan cepat, kebakaran tersebut dapat mengakibatkan terhentinya layanan kesehatan di Gaza utara, yang saat ini tengah berjuang menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Gerakan Palestina Hamas mengecam pemboman Israel, dengan mengatakan itu adalah upaya lebih lanjut untuk menargetkan sektor kesehatan dan menghancurkan apa yang tersisa darinya, sebagai bagian dari perang pemusnahan yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza.
"Pemerintah pendudukan fasis terus melanggar hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan dengan secara langsung menargetkan rumah sakit dan rumah-rumah yang dihuni, mengandalkan perlindungan politik dan militer Amerika dan keadaan internasional yang memalukan," tegas pernyataan Hamas.
Di tengah kekurangan bantuan yang parah, militer Israel telah mengintensifkan serangannya terhadap warga sipil, titik-titik distribusi bantuan, fasilitas perawatan kesehatan, dan tempat penampungan.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza telah menewaskan 53.822 orang sejak 7 Oktober 2023, termasuk lebih dari 16.500 anak-anak.
Doctors Without Borders memperingatkan operasi militer yang diperluas dan perintah pengusiran telah membuat penduduk Gaza semakin sulit mengakses perawatan medis.
Ditambahkannya, serangan berkelanjutan terhadap warga sipil dan infrastruktur perawatan kesehatan telah melumpuhkan kemampuannya untuk menanggapi.
Persediaan medis juga sangat terbatas karena pengepungan dan pemboman yang sedang berlangsung.
Baca juga: Hamas Peringatkan Kamp Penahanan Israel di Gaza Selatan Berkedok Bantuan
Gerakan Palestina Hamas mengecam pemboman Israel, dengan mengatakan itu adalah upaya lebih lanjut untuk menargetkan sektor kesehatan dan menghancurkan apa yang tersisa darinya, sebagai bagian dari perang pemusnahan yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza.
"Pemerintah pendudukan fasis terus melanggar hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan dengan secara langsung menargetkan rumah sakit dan rumah-rumah yang dihuni, mengandalkan perlindungan politik dan militer Amerika dan keadaan internasional yang memalukan," tegas pernyataan Hamas.
Di tengah kekurangan bantuan yang parah, militer Israel telah mengintensifkan serangannya terhadap warga sipil, titik-titik distribusi bantuan, fasilitas perawatan kesehatan, dan tempat penampungan.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serangan Israel yang sedang berlangsung di Gaza telah menewaskan 53.822 orang sejak 7 Oktober 2023, termasuk lebih dari 16.500 anak-anak.
Doctors Without Borders memperingatkan operasi militer yang diperluas dan perintah pengusiran telah membuat penduduk Gaza semakin sulit mengakses perawatan medis.
Ditambahkannya, serangan berkelanjutan terhadap warga sipil dan infrastruktur perawatan kesehatan telah melumpuhkan kemampuannya untuk menanggapi.
Persediaan medis juga sangat terbatas karena pengepungan dan pemboman yang sedang berlangsung.
Baca juga: Hamas Peringatkan Kamp Penahanan Israel di Gaza Selatan Berkedok Bantuan
(sya)
Lihat Juga :