Palestina: Trump Paksa Negara-negara Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
Selasa, 08 September 2020 - 02:02 WIB
Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Serbia Aleksandar Vucic (kiri) dan PM Kosovo Avdullah Hoti di Gedung Putih, Washington, AS, 4 September 2020. Foto/REUTERS
TEPI BARAT - Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memaksa negara-negara pindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
“Presiden Trump tidak hanya melanggar hukum internasional tapi terus mempermalukan tamu-tamunya,” tweet Erekat di Twitter, dilansir Memo.
Erekat mengunggah video Trump berterima kasih pada Presiden Serbia Aleksandar Vucic karena sepakat memindahkan kedubesnya di Israel ke Yerusalem. Dalam video itu tampak Vucic terlihat bingung saat pengumuman itu dan melihat dokumen di tangannya untuk melihat di mana kesepakatan itu telah dibuat.
Erekat menambahkan, “Tak perlu malu, tetap sesuai hukum internasional, tidak pindahkan kedubes ke Yerusalem. Itu jelas bahwa kesalahan telah dibuat.”
“Presiden Trump tidak hanya melanggar hukum internasional tapi terus mempermalukan tamu-tamunya,” tweet Erekat di Twitter, dilansir Memo.
Erekat mengunggah video Trump berterima kasih pada Presiden Serbia Aleksandar Vucic karena sepakat memindahkan kedubesnya di Israel ke Yerusalem. Dalam video itu tampak Vucic terlihat bingung saat pengumuman itu dan melihat dokumen di tangannya untuk melihat di mana kesepakatan itu telah dibuat.
Erekat menambahkan, “Tak perlu malu, tetap sesuai hukum internasional, tidak pindahkan kedubes ke Yerusalem. Itu jelas bahwa kesalahan telah dibuat.”
Lihat Juga :