Iran Rilis Game ‘Severe Revenge’ untuk Balas Kematian Soleimani

Selasa, 08 September 2020 - 00:01 WIB
Pelapor khusus PBB Agnes Callamard menyatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump gagal memberikan bukti yang cukup tentang ancaman segera pada kepentingan AS untuk membenarkan serangan pada konvoi Soleimani saat meninggalkan bandara Baghdad.

Serangan itu juga menewaskan deputi kepala Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) Abu Mahdi Al-Muhandis. (Baca Juga: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun)

Korp Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC) membalas pada 8 Januari dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik di pangkalan militer yang menampung pasukan AS. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)

Meski AS menyangkal ada korban tewas atau terluka, namun Pentagon kemudian mengakui ada lebih 100 tentara AS yang didiagnosa mengalami luka otak traumatis akibat serangan Iran. (Lihat Video: Setelah Daftar di KPU, Calon Bupati Kabupaten Halmahera Meninggal Dunia Saat Orasi)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!