PM Netanyahu: Perundingan Doha Kaji Kemungkinan Perang Gaza Berakhir

Senin, 19 Mei 2025 - 17:35 WIB
Israel memperkirakan bahwa 58 tawanan masih berada di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Sementara itu, lebih dari 9.900 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel dalam kondisi yang mengerikan yang melibatkan penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis yang telah menyebabkan banyak kematian, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel serta media.

Tawaran itu juga dilaporkan menyerukan negosiasi selama gencatan senjata mengenai masa depan perang, termasuk melucuti senjata faksi perlawanan Palestina dan mengusir para pemimpin mereka -- dua syarat yang berulang kali ditekankan Israel, kata sumber itu.

Hamas secara konsisten menolak seruan untuk melucuti senjata, dengan mengatakan tidak akan menghentikan perlawanan bersenjata selama Israel terus menduduki tanah Palestina. Proposal itu juga mencakup kemungkinan pembebasan tahanan Palestina, termasuk mereka yang menjalani hukuman seumur hidup dan sekitar 1.000 narapidana dengan hukuman penjara standar, menurut Channel 12 Israel.

Laporan itu menambahkan bahwa Israel tetap teguh dalam penolakannya untuk menarik diri dari Koridor Philadelphia dan Koridor Netzarim di Gaza tetapi bersedia membahas untuk mengakhiri perang selama jendela gencatan senjata yang diusulkan. Baik Hamas maupun mediator Qatar tidak mengomentari laporan proposal.

Tentara Israel telah melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan lebih dari 53.000 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!