Risiko Perjuangan Erdogan Mendukung Pakistan, Boikot Turki Menggema di India

Senin, 19 Mei 2025 - 03:50 WIB
Sebagian besar situs perjalanan masih menyediakan pemesanan, tetapi beberapa di antaranya menghambat perjalanan, dengan promosi dan diskon tiket pesawat ke Turki dan Azerbaijan yang diam-diam ditarik.

Rohit Khattar, yang mengelola agen perjalanan di Delhi, mengatakan bahwa ia sudah melihat keraguan yang jelas di antara klien untuk mengunjungi Turki.

"Banyak pelancong muda mungkin menghindarinya, takut akan reaksi keras di media sosial atau hukuman sosial," katanya, seraya menambahkan bahwa perusahaannya tidak akan mengambil risiko berinvestasi dalam perjalanan yang mungkin tidak berhasil.

Menurut data resmi, 330.100 warga India mengunjungi Turki pada tahun 2024, naik dari 274.000 pada tahun 2023. Azerbaijan juga mengalami peningkatan, dengan hampir 244.000 kedatangan warga India tahun lalu.

Meskipun jumlahnya meningkat, warga India hanya menyumbang kurang dari 1% dari pengunjung asing Turki pada tahun 2024 - porsi yang kecil dengan dampak terbatas pada pendapatan pariwisata secara keseluruhan. Sebaliknya, mereka menyumbang hampir 9% dari kedatangan warga asing di Azerbaijan.

Setelah pandemi, Turki dan Azerbaijan menjadi populer di kalangan wisatawan India karena harganya yang terjangkau, kedekatannya, dan pengalaman seperti di Eropa dengan biaya yang lebih rendah. Maskapai penerbangan berbiaya rendah telah meningkatkan akses dengan penerbangan langsung dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa pengguna media sosial mempromosikan alternatif seperti Yunani, tetapi situs perjalanan melaporkan tidak ada lonjakan minat yang besar.

Situs web perjalanan Cleartrip mengatakan kepada BBC, "Karena ini adalah dalam situasi yang sedang berkembang, kami belum melihat kenaikan atau penurunan permintaan yang signifikan untuk tujuan-tujuan alternatif ini".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!