Taiwan Nyatakan Siap Bantu Ciptakan Era Pasca-Pandemi yang Lebih Baik
Senin, 07 September 2020 - 16:11 WIB
"Hingga akhir Juni tahun ini, Taiwan telah menyumbangkan 51 juta masker medis, 1,16 juta masker N95, 600 ribu baju isolasi, 35 ribu termometer dahi dan berbagai peralatan medis lainnya ke lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia. Taiwan juga bekerja sama dengan negara-negara demokratis yang memiliki gagasan yang sama untuk mengembangkan alat rapid test, obat-obatan dan vaksin untuk Covid-19," sambungnya.
Dirinya lebih lanjut menyatakan bahwa dalam "Deklarasi untuk memperingati 75 tahun berdirinya PBB", pemerintah dan kepala negara sepakat bahwa hanya solidaritas global yang dapat secara efektif mengakhiri pandemi. ( Baca juga: Mi Daging Sapi, Hidangan Nasional Taiwan yang Rasanya Juara )
Oleh karena itu, ucapnya, PBB harus lebih inklusif dan tidak boleh mengabaikan negara mana pun termasuk Taiwan dan siapa saja. "Namun kenyataannya, Taiwan terus menerus dikesampingkan dari sistem organisasi PBB," ujarnya.
Wu juga mengatakan, China terus menekan PBB untuk secara keliru menggunakan Resolusi 2758 yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1971 sebagai dasar hukum untuk memblokir partisipasi Taiwan di PBB. Faktanya, resolusi tersebut tidak membahas masalah perwakilan Taiwan di PBB, juga tidak menyebutkan bahwa Taiwan adalah bagian dari China.
Diplomat Taiwan itu menegaskan bahwa Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari China. Wu mengatakan bahwa presiden dan anggota kongres Taiwan dipilih langsung oleh rakyat Taiwan, yang sama sekali berbeda dari China yang tidak demokratis.
Dirinya lebih lanjut menyatakan bahwa dalam "Deklarasi untuk memperingati 75 tahun berdirinya PBB", pemerintah dan kepala negara sepakat bahwa hanya solidaritas global yang dapat secara efektif mengakhiri pandemi. ( Baca juga: Mi Daging Sapi, Hidangan Nasional Taiwan yang Rasanya Juara )
Oleh karena itu, ucapnya, PBB harus lebih inklusif dan tidak boleh mengabaikan negara mana pun termasuk Taiwan dan siapa saja. "Namun kenyataannya, Taiwan terus menerus dikesampingkan dari sistem organisasi PBB," ujarnya.
Wu juga mengatakan, China terus menekan PBB untuk secara keliru menggunakan Resolusi 2758 yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1971 sebagai dasar hukum untuk memblokir partisipasi Taiwan di PBB. Faktanya, resolusi tersebut tidak membahas masalah perwakilan Taiwan di PBB, juga tidak menyebutkan bahwa Taiwan adalah bagian dari China.
Diplomat Taiwan itu menegaskan bahwa Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari China. Wu mengatakan bahwa presiden dan anggota kongres Taiwan dipilih langsung oleh rakyat Taiwan, yang sama sekali berbeda dari China yang tidak demokratis.
Lihat Juga :