Taiwan Nyatakan Siap Bantu Ciptakan Era Pasca-Pandemi yang Lebih Baik

Senin, 07 September 2020 - 16:11 WIB
"PBB harus mengakui bahwa hanya pemerintah yang dipilih melalui prosedur demokrasi di Taiwan yang dapat mewakili 23,5 juta rakyat Taiwan dan China tidak memiliki hak untuk berbicara atas nama Taiwan," ujarnya.

Menurutnya, mencegah Taiwan berpartisipasi di PBB adalah kerugian bagi komunitas internasional, dan akan menghambat upaya negara-negara anggota PBB untuk memulihkan kehidupan normal setelah pandemi serta upaya penerapan "Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan". ( Baca juga: Muak dengan China, Taiwan Ganti Desain Paspor )"Jika Taiwan dapat berpartisipasi dalam kegiatan, pertemuan, dan mekanisme yang terkait dengan PBB, Taiwan akan dapat memberikan lebih banyak kontribusi kepada dunia," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa pembukaan Piagam PBB dengan jelas menyatakan bahwa PBB menegaskan kembali kepercayaan pada HAM dan persamaan hak antara pria dan wanita, serta semua bangsa baik besar maupun kecil.

"Cita-cita menjaga HAM dan kebebasan fundamental semua orang yang tertuang dalam piagam tidak boleh menjadi kata-kata kosong. Saat PBB dalam penantian untuk 75 tahun yang berikutnya, masih belum terlambat untuk menyambut partisipasi Taiwan," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!