Ketakutan Amerika atas Senjata Nuklir Orbital China, Ibarat Bom dari Langit

Jum'at, 16 Mei 2025 - 11:39 WIB
Sebagai respons terhadap ancaman ini, Presiden AS Donald Trump meluncurkan inisiatif bernama Golden Dome—sebuah sistem pertahanan rudal berbasis luar angkasa yang digambarkan sebagai perisai nasional terhadap segala jenis serangan rudal, baik dari darat, laut, udara, maupun orbit.

Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada 27 Januari lalu untuk mengembangkan sistem ini dan meminta Pentagon menyusun rencana arsitektural dalam waktu 60 hari. Dalam dokumen tersebut, dia menyebut potensi serangan rudal sebagai “ancaman paling katastrofik yang dihadapi Amerika Serikat.”

Trump ingin Golden Dome mampu mengatasi serangan rRudal balistik, hipersonik, rudal jelajah canggih, dan serangan udara generasi berikutnya dari negara adidaya, musuh setara, maupun negara nakal.

Meskipun belum ada informasi detail tentang arsitektur Golden Dome, sistem ini diperkirakan akan mencakup satelit pelacak, radar luar angkasa, interseptor orbit, senjata energi tinggi (laser) dan integrasi dengan sistem pertahanan darat seperti Ground-Based Midcourse Defense (GMD).

Proyek Golden Dome akan dikawal oleh Space Force (Pasukan Luar Angkasa) dan didukung dua program kunci Hypersonic and Ballistic Tracking Space Sensor (HBTSS) dan Proliferated Warfighter Space Architecture (PWSA).

Namun, masih banyak pertanyaan belum terjawab dari Golden Dome. Ketua Subkomite Anggaran Pertahanan Parlemen AS, Ken Calvert, bahkan menyampaikan skeptisismenya.

"Tidak ada yang benar-benar mendefinisikan Golden Dome itu apa. Apakah ini untuk melindungi seluruh 48 negara bagian bawah dan Alaska? Apa yang kita bangun dan bagaimana kita membangunnya? Semua konsultan di Washington mencoba ikut campur dalam proyek ini," katanya.

Golden Dome telah menjadi salah satu proyek terbesar dalam usulan anggaran pertahanan AS. Komite Angkatan Bersenjata DPR dan Senat telah mengalokasikan USD 24,7 miliar dari total usulan kenaikan anggaran sebesar USD 150 miliar untuk proyek ini saja.

Namun, Congressional Budget Office (CBO) memperkirakan bahwa pembangunan sistem ini—terutama jaringan interseptor luar angkasa—bisa menelan biaya hingga USD542 miliar dalam 20 tahun. Sebuah angka mencengangkan untuk teknologi yang masih belum terbukti secara operasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!