India Ketir-ketir, Desak IAEA Awasi Senjata Nuklir Pakistan

Jum'at, 16 Mei 2025 - 07:43 WIB
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengecam pernyataan tersebut. "Pernyataan tersebut menunjukkan ketidakamanan dan frustrasi India tentang pertahanan dan pencegahan efektif Pakistan terhadap agresi India melalui cara konvensional," kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial.

IAEA adalah pengawas PBB yang berpusat di Wina yang memantau program nuklir setiap negara untuk memastikan bahwa program tersebut bersifat damai.

India dan Pakistan menjadi negara adikuasa nuklir setelah mereka saling uji coba nuklir pada tahun 1998 dan permusuhan mereka selama puluhan tahun telah menjadikan wilayah terpadat di dunia itu sebagai salah satu titik api nuklir paling berbahaya.

Konflik militer terbaru antara kedua negara tetangga Asia Selatan itu meningkat pada hari Sabtu dan muncul kekhawatiran bahwa persenjataan nuklir mungkin akan ikut berperan karena militer Pakistan mengatakan badan tinggi yang mengawasi senjata nuklirnya akan bertemu. Namun Kementerian Pertahanan Pakistan mengatakan tidak ada pertemuan seperti itu yang dijadwalkan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan dia siap untuk terlibat dalam perundingan damai dengan India.

"Sekarang mari kita bicarakan perdamaian," katanya saat berbicara kepada para kadet dan pilot Angkatan Udara Pakistan di sebuah pangkalan udara di Kamra. "Kami siap untuk itu."

"Jika terorisme harus berakhir di kawasan ini, mari kita duduk dan berbincang dan melihat siapa yang teroris dan siapa yang menjadi target terorisme."

Presiden AS Donald Trump mengatakan perselisihan telah selesai, setelah dia mendesak kedua negara itu untuk fokus pada perdagangan, bukan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!