Rusia Tembak Jatuh Lebih dari 500 Drone Ukraina dalam Sehari
Kamis, 08 Mei 2025 - 09:01 WIB
Dimaksudkan sebagai gerakan kemanusiaan untuk memperingati peringatan 80 tahun kemenangan Soviet atas Jerman Nazi dalam Perang Dunia II, gencatan senjata tiga hari itu juga membuka pintu bagi potensi negosiasi langsung dengan Kyiv tanpa prasyarat.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa Rusia masih berencana untuk menawarkan gencatan senjata 3 hari.
"Dengan meningkatkan serangan drone pada Rusia, rezim Kyiv terus menunjukkan esensinya, kecenderungannya terhadap tindakan teroris," kata Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (8/5/2025).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menolak untuk mendukung gencatan senjata yang diusulkan Putin, menyebutnya sebagai "upaya manipulasi".
Menurut penyelidik kejahatan perang Kementerian Luar Negeri Rusia Rodion Miroshnik, serangan drone Ukraina telah menewaskan 15 orang dan meluai 142 lainnya pada pekan lalu.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa Rusia masih berencana untuk menawarkan gencatan senjata 3 hari.
"Dengan meningkatkan serangan drone pada Rusia, rezim Kyiv terus menunjukkan esensinya, kecenderungannya terhadap tindakan teroris," kata Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (8/5/2025).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menolak untuk mendukung gencatan senjata yang diusulkan Putin, menyebutnya sebagai "upaya manipulasi".
Menurut penyelidik kejahatan perang Kementerian Luar Negeri Rusia Rodion Miroshnik, serangan drone Ukraina telah menewaskan 15 orang dan meluai 142 lainnya pada pekan lalu.
(mas)
Lihat Juga :