5 Fakta Menarik Gibran, Pernah Menimba Ilmu di Prancis hingga Dukung Kemerdekaan Suriah

Jum'at, 02 Mei 2025 - 17:30 WIB

2. Bertemu Pemikir Politik Suriah



Saat menimba ilmu di Prancis, Gibran juga bertemu dengan para pemikir politik Suriah. Di antaranya seperti Ameen Rihani yang memperkenalkannya pada ide-ide pemberontakan melawan kekuasaan Ottoman yang waktu itu berkuasa.

Siapa sangka, pemikiran rekan barunya itu bisa memengaruhi pandangannya tentang nasionalisme Suriah yang di kemudian hari akan diekspresikan dalam tulisan dan aktivitasnya setelah kembali ke Amerika Serikat.

Jadi, pengalaman di Prancis tidak hanya memperkaya ilmu seni Gibran, tetapi juga membentuk identitasnya sebagai intelektual yang peduli terhadap isu-isu seperti kebebasan dan kemerdekaan.

3. Menulis dalam Bahasa Arab dan Inggris



Pada profesinya, Gibran dikenal sebagai penyair bilingual yang banyak menghasilkan karya dalam bahasa Arab dan Inggris.

Meski terkesan sepele, hal ini sebenarnya cukup berkontribusi untuk menjembatani budaya antara Timur dan Barat.

Awalnya, Gibran mulai menulis dalam bahasa Arab dengan buku-bukunya. Setelah menetap di New York pada 1911, ia mulai menulis dalam bahasa Inggris dan menghasilkan karya terkenalnya seperti The Madman (1918) dan The Prophet (1923).

Kemampuan Gibran menulis dalam dua bahasa memungkinkannya menjangkau pembaca global dan menggabungkan filsafat Timur dengan gaya sastra Barat.

4. Dukungan Vokal terhadap Kemerdekaan Suriah dari Ottoman

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!