AS Siap Habiskan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Jum'at, 02 Mei 2025 - 10:16 WIB
Meskipun Rusia memuji Trump dan timnya karena lebih memahami posisinya daripada pemerintahan Joe Biden, Moskow bersikeras bahwa gencatan senjata yang komprehensif harus mencakup diakhirinya mobilisasi Ukraina dan penghentian pengiriman senjata asing.
Kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar "gencatan senjata energi" selama sebulan yang ditengahi oleh Trump pada bulan Maret, serta gencatan senjata Paskah selama 30 jam bulan lalu.
Moskow telah menuntut agar Ukraina mencabut klaimnya atas Crimea dan empat wilayah lainnya, serta meninggalkan ambisinya bergabung dengan NATO.
Pada hari Kamis, utusan khusus Trump, Keith Kellogg, mengatakan Kyiv telah setuju untuk mengakui kendali Rusia atas apa yang dianggapnya sebagai "wilayah pendudukan", namun tidak mengakui kedaulatan Rusia secara resmi.
Namun, Kyiv telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan menyerahkan tanah apa pun kepada Rusia.
Kedua belah pihak saling menuduh telah melanggar "gencatan senjata energi" selama sebulan yang ditengahi oleh Trump pada bulan Maret, serta gencatan senjata Paskah selama 30 jam bulan lalu.
Moskow telah menuntut agar Ukraina mencabut klaimnya atas Crimea dan empat wilayah lainnya, serta meninggalkan ambisinya bergabung dengan NATO.
Pada hari Kamis, utusan khusus Trump, Keith Kellogg, mengatakan Kyiv telah setuju untuk mengakui kendali Rusia atas apa yang dianggapnya sebagai "wilayah pendudukan", namun tidak mengakui kedaulatan Rusia secara resmi.
Namun, Kyiv telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan menyerahkan tanah apa pun kepada Rusia.
(mas)
Lihat Juga :