Hotel di Jepang Minta Turis Israel Tandatangani Pernyataan Tidak Terlibat Kejahatan Perang
Rabu, 30 April 2025 - 21:38 WIB
“Saya tidak pernah terlibat dalam kejahatan perang apa pun yang melanggar hukum internasional dan hukum humaniter, termasuk tetapi tidak terbatas pada penyerangan terhadap warga sipil (anak-anak, wanita), pembunuhan atau penganiayaan terhadap mereka yang menyerah atau ditawan sebagai tawanan perang, penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi, kekerasan seksual, pemindahan paksa atau penjarahan, dan tindakan lain yang termasuk dalam lingkup Pasal 8 Statuta Roma tentang Mahkamah Pidana Internasional (ICC),” demikian pernyataan formulir tersebut.
BacaJuga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India
“Saya tidak pernah merencanakan, memerintahkan, membantu, mendukung, atau menghasut kejahatan perang, dan saya juga tidak pernah berpartisipasi dalam tindakan tersebut. Saya berjanji untuk terus mematuhi hukum internasional dan hukum humaniter dan tidak akan pernah terlibat dalam kejahatan perang dalam bentuk apa pun,” demikian bunyi dokumen tersebut.
Setelah insiden tersebut, Duta Besar Israel untuk Jepang, Gilad Cohen, mengirim surat kepada Gubernur Kyoto Takatoshi Nishiwaki, yang menyatakan bahwa hal itu tidak dapat diterima.
"Tindakan diskriminatif ini, yang semata-mata berdasarkan kebangsaan, menyebabkan tamu tersebut mengalami tekanan emosional dan ketidaknyamanan yang signifikan," tulis duta besar Israel itu.
"Kami memandang insiden ini sebagai hal yang sangat serius dan tidak dapat diterima. Insiden ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Undang-Undang Bisnis Perhotelan Jepang dan nilai-nilai kesetaraan dan nondiskriminasi yang kami yakini dianut oleh kedua negara. Yang menjadi perhatian khusus adalah bahwa ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri."
BacaJuga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India
“Saya tidak pernah merencanakan, memerintahkan, membantu, mendukung, atau menghasut kejahatan perang, dan saya juga tidak pernah berpartisipasi dalam tindakan tersebut. Saya berjanji untuk terus mematuhi hukum internasional dan hukum humaniter dan tidak akan pernah terlibat dalam kejahatan perang dalam bentuk apa pun,” demikian bunyi dokumen tersebut.
Setelah insiden tersebut, Duta Besar Israel untuk Jepang, Gilad Cohen, mengirim surat kepada Gubernur Kyoto Takatoshi Nishiwaki, yang menyatakan bahwa hal itu tidak dapat diterima.
"Tindakan diskriminatif ini, yang semata-mata berdasarkan kebangsaan, menyebabkan tamu tersebut mengalami tekanan emosional dan ketidaknyamanan yang signifikan," tulis duta besar Israel itu.
"Kami memandang insiden ini sebagai hal yang sangat serius dan tidak dapat diterima. Insiden ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Undang-Undang Bisnis Perhotelan Jepang dan nilai-nilai kesetaraan dan nondiskriminasi yang kami yakini dianut oleh kedua negara. Yang menjadi perhatian khusus adalah bahwa ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri."
Lihat Juga :