3 Fakta Pembunuhan Muslim di Prancis yang Gegerkan Dunia, Pemicunya Islamofobia?

Selasa, 29 April 2025 - 17:17 WIB
Presiden Emmanuel Macron mengecam aksi ini sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai kebebasan beragama, sedangkan Perdana Menteri Francois Bayrou menyebutnya sebagai “kekejaman Islamofobia.”

Sementara itu, Dewan Umat Muslim Prancis (CFCM) bahkan melabeli pembunuhan ini sebagai “serangan teroris anti-Muslim”. Pihaknya juga menyerukan kewaspadaan di kalangan umat Islam atas tragedi tersebut.

Selain dari Prancis sendiri, reaksi menohok juga datang dari pihak lain. Misalnya seperti lembaga Islam terkemuka Al-Azhar di Mesir.

Melansir Anadolu, Al-Azhar mengutuk penusukan dan pembunuhan seorang jamaah Muslim di masjid Prancis selatan dan memperingatkan tentang meningkatnya aksi “terorisme kulit putih” di Eropa.

Pernyataan tersebut juga dilakukan guna mendesak strategi keamanan global untuk melawan tren teroris ini dan melindungi kehidupan Muslim.

Al-Azhar memperingatkan terhadap meningkatnya aktivitas yang menggunakan slogan-slogan seperti nasionalisme kulit putih untuk membenarkan kejahatan keji terhadap umat Muslim.

Itulah beberapa fakta mengenai pembunuhan seorang Muslim di Prancis baru-baru ini telah mengguncang dunia.

Baca juga: Kim Jong-un Janji Bangun Monumen bagi Tentaranya yang Gugur di Perang Rusia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!