Apa Sebenarnya Tugas Seorang Paus di Negara Terkecil di Dunia? Ternyata Ada 7
Minggu, 27 April 2025 - 12:35 WIB
Paus adalah kepala negara dan juga penguasa negara Kota Vatikan yang kecil—negara terkecil di dunia dengan luas hanya 44 hektare—, yang terletak di Ibu Kota Italia, Roma.
Ia menjalankan kekuasaan absolut di semua bidang, mulai dari perekrutan dan pemecatan hingga keputusan tentang portofolio properti Vatikan yang luas, tetapi ia mendelegasikan banyak hal kepada pendeta senior.
Paus memiliki diplomatnya sendiri tetapi sering bertemu dengan para pemimpin dunia di Vatikan, dalam apa yang dikenal sebagai audiensi pribadi.
Paus memiliki pengaruh yang jauh melampaui umat Katolik di dunia, sebagai suara moral yang terkemuka di panggung global.
Banyak pemimpin non-Katolik mencari audiensi di Vatikan, sementara pernyataannya sering kali lebih berbobot daripada pernyataan banyak politisi terpilih.
Vatikan memiliki status pengamat non-anggota di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sering dipanggil sebagai pihak netral di zona konflik.
Melalui homili dan teks tertulisnya, seorang paus memberikan panduan tentang segala hal mulai dari kehidupan sehari-hari—misalnya, mendesak untuk tidak bergosip—hingga isu doktrinal yang berat.
Ia menerbitkan beberapa ensiklik, surat terbuka yang ditulis olehnya kepada gereja di seluruh dunia, yang mencakup subjek-subjek seperti persahabatan sosial atau perubahan iklim.
Teks formal lainnya termasuk nasihat apostolik, yang merupakan dokumen pengajaran, dan motu proprio, yang berarti "atas inisiatifnya sendiri" dan merupakan perubahan hukum yang disampaikan atas inisiatif paus.
Selama masa jabatannya sebagai paus, Fransiskus membuka jalan bagi pemberkatan pasangan sesama jenis, membatasi penggunaan Misa Latin, dan mengambil langkah-langkah untuk memerangi pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh pendeta.
Ia menjalankan kekuasaan absolut di semua bidang, mulai dari perekrutan dan pemecatan hingga keputusan tentang portofolio properti Vatikan yang luas, tetapi ia mendelegasikan banyak hal kepada pendeta senior.
Paus memiliki diplomatnya sendiri tetapi sering bertemu dengan para pemimpin dunia di Vatikan, dalam apa yang dikenal sebagai audiensi pribadi.
3. Jadi Panduan Moral
Paus memiliki pengaruh yang jauh melampaui umat Katolik di dunia, sebagai suara moral yang terkemuka di panggung global.
Banyak pemimpin non-Katolik mencari audiensi di Vatikan, sementara pernyataannya sering kali lebih berbobot daripada pernyataan banyak politisi terpilih.
Vatikan memiliki status pengamat non-anggota di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sering dipanggil sebagai pihak netral di zona konflik.
4. Memberi Doktrin dan Ajaran
Melalui homili dan teks tertulisnya, seorang paus memberikan panduan tentang segala hal mulai dari kehidupan sehari-hari—misalnya, mendesak untuk tidak bergosip—hingga isu doktrinal yang berat.
Ia menerbitkan beberapa ensiklik, surat terbuka yang ditulis olehnya kepada gereja di seluruh dunia, yang mencakup subjek-subjek seperti persahabatan sosial atau perubahan iklim.
Teks formal lainnya termasuk nasihat apostolik, yang merupakan dokumen pengajaran, dan motu proprio, yang berarti "atas inisiatifnya sendiri" dan merupakan perubahan hukum yang disampaikan atas inisiatif paus.
Selama masa jabatannya sebagai paus, Fransiskus membuka jalan bagi pemberkatan pasangan sesama jenis, membatasi penggunaan Misa Latin, dan mengambil langkah-langkah untuk memerangi pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh pendeta.
Lihat Juga :