Putin Klaim Rusia Rebut Kembali Kursk dari Tentara Ukraina
Sabtu, 26 April 2025 - 21:55 WIB
Sejak saat itu, Rusia telah berjuang untuk mengusir pasukan Ukraina dari perbatasannya, sementara Kyiv telah menggelontorkan sumber daya yang berharga untuk mempertahankan wilayahnya di sana, dengan tujuan menggunakannya sebagai alat tawar-menawar utama dalam setiap pembicaraan damai. Operasi tersebut juga diluncurkan untuk meredakan tekanan dari garis depan timur yang berjuang.
Jika klaim Putin benar, harapan untuk menggunakan Kursk sebagai alat tawar-menawar kini telah sirna dan mundurnya Ukraina berpotensi merusak pengaruh politik Kyiv serta moral militernya setelah tiga tahun perang.
Dalam pidatonya, Putin mengatakan merebut kembali Kursk “menciptakan kondisi untuk tindakan sukses lebih lanjut dari pasukan kita di area penting lainnya di garis depan.”
Baca Juga: Dunia Tak Baik-baik Saja, Diplomasi Spontan Menggema pada Pemakaman Paus Fransiskus
Pada Sabtu pagi, di pemakaman mendiang Paus Fransiskus di Vatikan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu sebentar dengan Presiden AS Donald Trump untuk membicarakan kemungkinan negosiasi perdamaian. Seorang juru bicara Gedung Putih menyebut pertemuan itu “produktif.”
Sebelumnya, layanan pers Kremlin merilis video yang memperlihatkan Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov memberi pengarahan kepada Presiden Vladimir Putin tentang penyelesaian operasi militer.
Jika klaim Putin benar, harapan untuk menggunakan Kursk sebagai alat tawar-menawar kini telah sirna dan mundurnya Ukraina berpotensi merusak pengaruh politik Kyiv serta moral militernya setelah tiga tahun perang.
Dalam pidatonya, Putin mengatakan merebut kembali Kursk “menciptakan kondisi untuk tindakan sukses lebih lanjut dari pasukan kita di area penting lainnya di garis depan.”
Baca Juga: Dunia Tak Baik-baik Saja, Diplomasi Spontan Menggema pada Pemakaman Paus Fransiskus
Pada Sabtu pagi, di pemakaman mendiang Paus Fransiskus di Vatikan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu sebentar dengan Presiden AS Donald Trump untuk membicarakan kemungkinan negosiasi perdamaian. Seorang juru bicara Gedung Putih menyebut pertemuan itu “produktif.”
Sebelumnya, layanan pers Kremlin merilis video yang memperlihatkan Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov memberi pengarahan kepada Presiden Vladimir Putin tentang penyelesaian operasi militer.
Lihat Juga :