Terungkap! Sheikh Zayed Pernah Ragukan AS Akan Lindungi Pemimpin Arab saat Krisis

Kamis, 24 April 2025 - 00:48 WIB

Contoh dari Iran, Filipina, hingga Haiti



Dalam catatannya kepada Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher saat itu, Amery menyebut bahwa kekecewaan terhadap AS di kalangan elite UEA merupakan “fitur paling mencolok” saat itu.

Dia menulis bahwa keraguan ini bukan semata karena dukungan AS terhadap Israel, tetapi lebih karena ketidakmampuan Washington dalam menjalankan kebijakan luar negerinya secara konsisten.

Sheikh Zayed dan Surour mengutip sejumlah contoh sebagai bukti bahwa AS meninggalkan para sekutu mereka di saat genting:

♦Shah Iran (Mohammad Reza Pahlavi), yang digulingkan dalam Revolusi Iran 1979 meski merupakan sekutu dekat AS.

♦Jean-Claude Duvalier, diktator Haiti pro-Barat yang dipaksa lengser tahun 1986 akibat tekanan rakyat.

♦Ferdinand Marcos, penguasa otoriter Filipina, yang digulingkan melalui Revolusi Kekuasaan Rakyat (People Power) pada Februari 1986.

"Meski reputasi mereka dipertanyakan, para pemimpin itu tetap setia kepada Amerika selama bertahun-tahun. Maka, reputasi mereka seharusnya bukan alasan untuk diperlakukan dengan tidak hormat,” demikian argumen Zayed dan Surour dalam percakapan dengan Amery.

Mereka bahkan bertanya secara retoris: “Jika sahabat Amerika diperlakukan seperti ini, apa gunanya menjadi sahabat mereka?”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!