Spesifikasi Tupolev Tu-95, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia yang Disebut Akan Dikerahkan ke Indonesia
Jum'at, 18 April 2025 - 13:30 WIB
♦Ketinggian operasi maksimum: 13,716 meter
♦Kru: 7 orang
♦Persenjataan: Bom konvensional maupun nuklir, rudal jelajah Kh-55 (AS-15 Kent) atau Kh-101, dan meriam tail gun (biasanya kaliber 23 mm)
Mesin Kuznetsov NK-12 yang digunakannya adalah turboprop terkuat di dunia, menghasilkan suara sangat keras yang membuat pesawat ini mudah dikenali bahkan dari radar akustik.
Desain sayapnya menyilang (swept wing) dan penggunaan baling-baling kontra-rotasi memberikan efisiensi bahan bakar tinggi serta jangkauan operasional luar biasa—membuatnya ideal untuk misi lintas benua tanpa pengisian bahan bakar di udara.
Varian terbaru seperti Tu-95MSM telah dimodernisasi dengan avionik digital baru, sistem peperangan elektronik (electronic warfare), integrasi dengan rudal jelajah Kh-101/102, serta tampilan radar dan komunikasi yang kompatibel dengan era perang elektronik modern.
Rusia masih mempertahankan Tu-95 karena daya jangkau, kemampuan membawa rudal, dan biaya operasionalnya yang jauh lebih murah dibanding bomber siluman seperti Tu-160.
♦Kru: 7 orang
♦Persenjataan: Bom konvensional maupun nuklir, rudal jelajah Kh-55 (AS-15 Kent) atau Kh-101, dan meriam tail gun (biasanya kaliber 23 mm)
Ciri Khas Desain
Tu-95 merupakan satu dari sedikit pesawat militer dengan mesin turboprop berkecepatan tinggi.Mesin Kuznetsov NK-12 yang digunakannya adalah turboprop terkuat di dunia, menghasilkan suara sangat keras yang membuat pesawat ini mudah dikenali bahkan dari radar akustik.
Desain sayapnya menyilang (swept wing) dan penggunaan baling-baling kontra-rotasi memberikan efisiensi bahan bakar tinggi serta jangkauan operasional luar biasa—membuatnya ideal untuk misi lintas benua tanpa pengisian bahan bakar di udara.
Peran Operasional dan Modernisasi
Tu-95 berperan dalam misi: penangkalan nuklir strategis, patroli udara jarak jauh, hingga peluncuran rudal jelajah dari luar wilayah musuh.Varian terbaru seperti Tu-95MSM telah dimodernisasi dengan avionik digital baru, sistem peperangan elektronik (electronic warfare), integrasi dengan rudal jelajah Kh-101/102, serta tampilan radar dan komunikasi yang kompatibel dengan era perang elektronik modern.
Rusia masih mempertahankan Tu-95 karena daya jangkau, kemampuan membawa rudal, dan biaya operasionalnya yang jauh lebih murah dibanding bomber siluman seperti Tu-160.
(mas)
Lihat Juga :