Pertama Kali, Israel Izinkan Ratusan Orang Yahudi Masuk dan Berdoa di dalam Masjid Al-Aqsa

Kamis, 17 April 2025 - 17:15 WIB
"Ini adalah kejadian yang menakutkan," ujar dia.

Bazbaz menambahkan, “Total pemukim yang memasuki situs tersebut pada tahun 2003 berjumlah 258 orang, sementara jumlahnya telah meningkat secara eksponensial hari ini, dengan ribuan orang memasuki kompleks tersebut.”

"Hari ini (sebagai Islamic Waqf), kita akan menghadapi sesuatu yang belum pernah kita hadapi sebelumnya," papar dia.

Perubahan Status Quo?



Kepala Rabbinate Yerusalem telah lama menyatakan ibadah Yahudi di Temple Mount dilarang kecuali orang-orang Yahudi itu "murni secara ritual", yang diyakini tidak mungkin dilakukan dalam kondisi modern.

Namun, banyak pemukim Yahudi Ortodoks menentang sikap Kepala Rabbinate Yerusalem ini, dengan alasan melarang mereka beribadah di sana merupakan diskriminasi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan "status quo di Temple Mount tidak berubah dan tidak akan berubah", merujuk pada dekrit Ottoman tahun 1757 yang menegaskan kembali larangan bagi non-Muslim untuk memasuki Masjid Al-Aqsa dan memberikan hak kepada orang Yahudi untuk berdoa di Tembok Barat.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kunjungan para pemukim Yahudi ke situs tersebut semakin rutin dilakukan.

Beberapa anggota pemerintah Israel, seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, secara terbuka menyerukan agar orang Yahudi diizinkan berdoa di Masjid Al-Aqsa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!