Hamas Tolak Usulan Gencatan Senjata yang Mendesak Pejuang Palestina Menyerah

Rabu, 16 April 2025 - 06:08 WIB
"Menyerah bukanlah pilihan bagi gerakan Hamas, dan kami tidak akan menerima penolakan atas keinginan rakyat kami... Hamas tidak akan menyerah, tidak akan mengibarkan bendera putih, dan akan menggunakan semua kartu tekanan terhadap pendudukan," tegas dia.

Menurut rancangan usulan gencatan senjata Israel, yang salinannya telah dilihat Middle East Eye, inisiatif tersebut menyerukan 45 hari masa tenang yang akan membebaskan semua tawanan Israel sebagai bagian dari kesepakatan bertahap.

Usulan tersebut, yang terdiri dari 12 poin, menyatakan setengah dari tawanan Israel harus dibebaskan pada pekan pertama sebagai imbalan atas makanan dan bantuan memasuki daerah kantong yang dilanda perang tersebut.

Selama lebih dari enam pekan, Israel, yang didukung penuh oleh Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara-negara barat lainnya, telah menolak mengizinkan pasokan penyelamat, termasuk makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan minyak goreng, untuk memasuki wilayah tersebut.

Pekan lalu, Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina (PNGO) memperingatkan situasi di Gaza telah mencapai "tahap kelaparan tingkat lanjut," yang diperburuk oleh pengeboman gudang makanan, pabrik desalinasi air, dan penutupan dapur umum.

Peringatan itu muncul beberapa jam setelah Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, bersumpah "bahkan sebutir gandum pun" tidak akan masuk ke Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!